Kompas.com - 11/10/2020, 15:06 WIB

KOMPAS.com - Memelihara kucing memang bisa membantu meredakan stres.

Sayangnya, hewan berbulu kesayangan itu bisa saja mencakar atau menggigit kita sewaktu-waktu.

Gigi dan kukunya yang tajam bisa saja membuat kulit kita terluka. Bahkan, cakaran atau gigitan kucing bisa membuat kita terinfeksi.

Meski sudah mendapatkan vaksinasi, gigitan atau cakaran kucing peliharaan masih bisa memicu infeksi.

Infeksi tersebut juga berpotensi mengakibatkan komplikasi, terutama bagi penderita diabetes atau yang memiliki sistem imunitas rendah.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot Usai Berolahraga

Infeksi yang bisa ditularkan kucing

Kucing bisa membuat kita rentan mengalami infeksi, khususnya bakteri staphylococcus aureus, campylobacteriosis, atau pasteurella.

Staphylococcus aureus umumnya ditemukan pada kulit manusia dan hewan dan menyebar antara manusia dan hewan melalui sentuhan.

Sedangkan bakteri campylobacteriosis bisa menular melalui paparan kotoran kucing yang terinfeksi atau melalui air dan makanan yang terkontaminasi.

Infeksi campylobacteriosis bisa mengakibatkan kram perut, demam, mual, dan diare.

Sementara itu, infeksi bakteri pasteurella bisa menular lewat gigitan atau cakaran kucing. Gejala awal infeksi bisa muncul hanya dalam hitungan jam.

Baca juga: 4 Cara Atasi Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

Cakaran kucing juga bisa memicu cat scratch disease atau penyakit cakaran kucing. Meski jarang terjadi, cat scratch disease bisa menyebabkan orang mengalami komplikasi yang serius. Penyakit ini bisa berpengaruh buruk pada otak, mata, jantung, atau organ internal lainnya.

Penyakit ini biasanya terjadi akibat cakaran kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella henselae dari gigitan kutu, transfusi darah atau perkelahian dengan kucing lain yang terinfeksi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk menghindari hal itu, langkah pertama yang harus kita lakukan saat dicakar atau digigit kucing adalah dengan membasuh area yang terkena cakaran atau gigitan dengan air.

Setelah itu, bersihkan dengan sabun dan bilas kembali dengan air.

Jika terjadi pendarahan, oleskan krim antibiotik dan balut dengan perban steril.
Agar tidak terjadi komplikasi temui dokter.

Baca juga: Mengenal Mindfulness dan Manfaatnya untuk Kehidupan

Kita juga bisa memotong kuku kucing peliharaan agar tidak menyebabkan luka saat tak sengaja tergores atau tercakar.

Selain itu, jangan biarkan kucing menjilat atau menyentuh area mata, mulut, atau luka terbuka yang ada di tubuh kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.