Kompas.com - 14/10/2020, 07:01 WIB
Anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Surakarta (FAS) mengikuti aksi memungut puntung rokok yang diadakan Yayasan Kepedulian untuk Anak Surakarta (Kakak) di tempat umum yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah pada Maret 2019. Kegiatan ini diadakan untuk semakin menyadarkan anak akan bahaya rokok. Kompas.comAnak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Surakarta (FAS) mengikuti aksi memungut puntung rokok yang diadakan Yayasan Kepedulian untuk Anak Surakarta (Kakak) di tempat umum yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah pada Maret 2019. Kegiatan ini diadakan untuk semakin menyadarkan anak akan bahaya rokok.

Dia merasa beruntung memiliki orangtua yang memilih hidup tanpa rokok dan selalu mengingatkan anak-anak jangan sampai merokok karena merugikan kesehatan.

Tidak bermaksud menggurui, Belva menyarankan kepada para orangtua jangan pernah hanya melarang anak merokok tanpa memberi informasi sejelas-jelasnya.

"Ini saya rasakan, kalau cuma dilarang tanpa diberi penjelasan, malah jadi semakin penasaran," kata dia.

Untuk memberi pemahaman akan bahaya rokok, para orangtua bisa mulai dengan menanyakan apa yang memotivasi anak merokok. Beri kesempatan anak-anak untuk bicara.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak tentu tidak suka hanya dihakimi. Anak-anak juga ingin memiliki hak untuk didengarkan.

Setelah itu, para orangtua baru dipersilakan memberi pengertian sejelas-jelasnya kepada anak terkait efek buruk merokok bagi kesehatan tubuh dan solusi terbaik untuk bisa menghindarinya.

Belva berpendapat, para orangtua juga bisa memberi penghargaan kepada anak-anak jika mampu berhenti merokok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengharaan ini diharapkan bisa membuat anak-anak lebih termotivasi untuk berhenti merokok secara total.

"Di luar rumah, kami bisa dengan mudah terpapar iklan rokok. Jangan sampai di dalam rumah, kami masih diperlihatkan rokok," jelas Belva.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Orang Sulit Berhenti Merokok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.