Kompas.com - 16/10/2020, 09:07 WIB

Agar emosi stabil, kita bisa melakukan hal berikut:

1. Terapi relaksasi

Relaksasi otot progresif dan pencitraan terpandu dapat membantu mengurangi reaksi tubuh Anda terhadap stres.

Cara ini dapat membantu menenangkan tubuh dan pikiran serta membantu kita tidur lebih nyenyak, yang juga mendorong penyembuhan.
Relaksasi juga memicu otak untuk memproduksi endorfin atau hormin penghilang rasa sakit alami tubuh.

2. Terapi kognitif

Terapi ini dilakukan dengan mengubah cara berpikir dan berperilaku agar respom tubuh terhadap stres menjadi lebih baik.

Lewat terapi ini, kita akan mempelajari cara meningkatkan respons tubuh terhadap stres serta fokus pada emosi positif.

3. Biofeedback

Teknik perilaku memungkinkan kita untuk mengontrol fungsi tubuh, seperti suhu tangan, pernapasan, atau detak jantung.

Misalnya, kita dapat memperlambat detak jantung atau mengendurkan pernapasan saat stres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.