Kompas.com - 02/11/2020, 10:35 WIB
Pusing bisa jadi salah satu gejala stroke ringan. Shutterstock/jaojormamiPusing bisa jadi salah satu gejala stroke ringan.

Melansir Medical News Today, kebanyakan orang duduk untuk makan dan kemudian berdiri tidak lama kemudian.

Baca juga: Normalkah Merasa Pusing Setelah Berdiri dari Duduk?

Beberapa orang mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri.

Jika ini terjadi, masalahnya bukan pada makanannya, tetapi perubahan mendadak dari posisi duduk ke berdiri.

Hipotensi ortostatik adalah istilah medis untuk penurunan tekanan darah yang terjadi ketika seseorang berpindah dari duduk menjadi berdiri, tetapi kebanyakan orang menyebutnya sebagai head rush.

Beberapa penyebab potensial meliputi:

  • Gangguan sistem saraf
  • Dehidrasi
  • Gula darah rendah
  • Masalah jantung yang membuat jantung sulit memompa cukup darah saat seseorang berdiri
  • Obat untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Kehamilan
  • Paparan panas yang berlebihan
  • Infeksi atau demam
  • Diabetes
  • Pembuluh darah tersumbat
  • Anemia
  • Pendarahan di suatu tempat di tubuh, seperti di perut

Pada orang yang hanya mengalami penurunan tekanan darah sesekali, minum lebih banyak air dapat membantu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tidak, penting untuk menemui dokter untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi medis serius yang mendasarinya.

Baca juga: 9 Gejala Diabetes yang Sering Tak Disadari

Kapan sebaiknya pergi ke dokter karena pusing setelah makan?

Segera cari perawatan medis jika Anda mengalami gejala yang menyertai pusing setelah makan Anda, seperti:

  • Nyeri dada
  • Kebingungan mental
  • Perubahan kesadaran

Jika Anda mengalami insiden pusing yang lebih besar setelah makan, Anda juga perlu membuat janji dengan dokter.

Anda tidak boleh mengabaikan pusing sebagai gejala karena banyak penyebab yang dapat diobati.

Selain itu, karena pusing dapat menyebabkan jatuh dan kecelakaan lainnya, sebaiknya gejala ini ditangani untuk mencegah kemungkinan cedera.

Perawatan untuk pusing setelah makan biasanya tergantung pada penyebab yang mendasari.

Misalnya, jika hipotensi postprandial yang menyebabkan masalah, beberapa perawatan dapat mencakup opsi berikut:

  • Pilih makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, seperti roti putih, nasi putih, dan kentang dicerna dengan cepat dan meningkatkan risiko hipotensi postprandial
  • Minum banyak air, terutama sebelum makan. Minum satu atau dua gelas air putih dapat meningkatkan jumlah volume darah dalam tubuh seseorang sehingga tekanan darahnya cenderung tidak turun
  • Makan beberapa makanan kecil dalam sehari, bukan beberapa kali makan besar. Karena tubuh menggunakan lebih banyak energi dan aliran darah untuk mencerna makanan dalam jumlah besar, makan dalam porsi kecil dapat mengurangi pusing setelah makan
  • Bangunlah perlahan selama satu jam pertama setelah makan karena ini adalah waktu di mana pusing setelah makan paling mungkin terjadi
  • Hindari makanan yang diketahui memicu pusing seperti kafein, alkohol, dan makanan tinggi natrium
  • Jika pusing Anda akibat makan makanan tertentu atau alergi makanan, sebaiknya hindari makanan itu. Jika Anda tidak yakin makanan mana yang menyebabkan masalah, bicarakan dengan dokter Anda tentang diet eliminasi untuk menentukan penyebab yang mendasari

Baca juga: Jenis-jenis Obat Diabetes Tipe 1 dan Obat Diabetes Tipe 2

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.