Kompas.com - 02/11/2020, 15:02 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas
  • Sering batuk
  • Sesak di dada
  • Mengi

Perut kenyang atau perut kembung dapat memperburuk kesulitan bernapas pada penderita PPOK.

Orang-orang mungkin melihat perbaikan pada gejala mereka jika mereka makan dalam porsi kecil dan sering daripada lebih sedikit makan besar, dan menghindari makanan yang menyebabkan gas dan kembung.

The COPD Foundation menawarkan beberapa tips lain untuk mengurangi sesak napas setelah makan, di antaranya yakni:

  • Istirahat selama 30 menit sebelum dan sesudah makan
  • Makan perlahan
  • Mengurangi makanan manis yang bisa menyebabkan kelelahan
  • Menghindari berbaring setelah makan
  • Menghindari makan saat sesak napas karena dapat memerangkap gas, yang memperburuk kesulitan bernapas

Baca juga: 3 Jenis Rokok Elektrik dan Bahayanya bagi Saluran Pernapasan

Kapan harus ke dokter?

Orang yang mengalami sesak napas terus-menerus setelah makan jelas perluke dokter.

Dokter akan melakukan tes untuk menentukan penyebab yang mendasari dan mungkin meresepkan obat untuk meredakan gejala.

Terkadang, sesak napas dapat mengindikasikan kondisi medis yang serius.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Penyebab Sesak Napas Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai
Mengenal beragam penyebab sesak napas setelah makan baik sebagai bagian dari upaya menghindari kondisi yang tidak menyenangkan dan bisa berbahaya ini.
Bagikan artikel ini melalui

Menurut American Lung Association, penting untuk mencari pertolongan medis jika sesak napas terjadi saat istirahat, berlangsung lebih dari 30 menit, atau terjadi bersamaan dengan salah satu hal berikut:

  • Nyeri atau tekanan di dada
  • Kesulitan bernapas saat berbaring telentang
  • Mengi
  • Pusing atau sakit kepala
  • Demam, menggigil, dan batuk
  • Semburat biru di bibir atau ujung jari
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.