Kompas.com - 18/11/2020, 14:05 WIB
Ilustrasi pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Kematian balita akibat pneumonia di Indonesia peringkat ke-7 di dunia. SHUTTERSTOCK/Kateryna KonIlustrasi pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Kematian balita akibat pneumonia di Indonesia peringkat ke-7 di dunia.

3. Jamur

Jamur dari tanah atau kotoran burung bisa menyebabkan pneumonia.

Jamur ini paling sering menyebabkan pneumonia pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang lemah.

Pneumocystis pneumonia adalah infeksi jamur serius yang disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii.

Pneumocystis pneumonia terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV/AIDS atau penggunaan obat-obatan jangka panjang yang menekan sistem kekebalan mereka, seperti yang digunakan untuk mengobati kanker atau mengelola transplantasi organ.

Jenis jamur lain yang dapat menyebabkan pneumonia, yakni:

  • Spesies Cryptococcus
  • Spesies histoplasmosis

Faktor risiko paru-paru basah

Siapa pun bisa terkena pneumonia, tetapi banyak faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda sakit dan menderita penyakit yang lebih parah.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Melansir Health Line, berikut ini adalah kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi terjangkit paru-paru basah atau pneumonia:

  • Bayi sejak lahir sampai usia 2 tahun
  • Orang berusia 65 tahun ke atas
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau penggunaan obat-obatan, seperti steroid atau obat kanker tertentu
  • Orang dengan kondisi medis kronis tertentu, seperti asma, fibrosis kistik, diabetes, atau gagal jantung
  • Orang yang baru saja mengalami infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu
  • Orang yang baru saja atau sedang dirawat di rumah sakit, terutama jika mereka sedang atau menggunakan ventilator
  • Orang yang pernah mengalami stroke, kesulitan menelan, atau memiliki kondisi yang menyebabkan imobilitas
  • Orang yang merokok, menggunakan jenis obat tertentu, atau minum alkohol dalam jumlah berlebihan
  • Orang yang pernah terpapar iritasi paru-paru, seperti polusi, asap, dan bahan kimia tertentu

Baca juga: 9 Gejala Awal Kanker Paru-paru yang Harus Diwaspadai

 

Cara mencegah paru-paru basah

Dalam banyak kasus, pneumonia dapat dicegah.

Merangkum Medical News Today, berikut ini beberala hal yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah pneumonia atau paru-paru basah:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.