Benjolan di Miss V: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Kompas.com - 19/11/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi vagina BarabasaIlustrasi vagina

KOMPAS.com - Sejumlah wanita khawatir dengan munculnya benjolan di miss v atau vagina.

Benjolan ini bisa muncul di bagian dalam vagina, area luar vagina atau vulva, serta bibir vagina atau labia.

Area sekitar vagina biasanya cukup sensitif. Terlebih jika muncul tanda iritasi.

Rasa tidak nyaman atau nyerinya bisa lebih kentara ketimbang di bagian tubuh lainnya.

Baca juga: Miss V Gatal, Apa Saja Penyebab dan Solusinya?

Melansir Women's Health, Benjolan di vagina biasanya tidak bisa langsung dikenali.

Gejalanya baru terasa setelah timbul perubahan warna kulit, nyeri, atau benjolan membesar.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait penyebab benjolan di miss v dan cara menghilangkannya.

Penyebab benjolan di miss v

Terdapat beragam penyebab benjolan di vagina. Dilansir dari Medical News Today, berikut beberapa di antaranya:

  • Kista vagina

Kista vagina adalah benjolan berupa kantong di dalam dinding vagina.

Beberapa jenis kista tersebut berisi nanah, kopong atau cuma berisi udara, atau jaringan parut.

Jenis kista vagina meliputi:

  1. Kista bartholin yang tumbuh di salah satu atau kedua sisi lubang vagina
  2. Kista endometriosis berupa benjolan jaringan yang membentuk kista kecil di vagina
  3. Kista saluran gartner yang terbentuk selama kehamilan
  4. Kista inklusi vagina yang muncul setelah trauma pada dinding vagina, seperti setelah melahirkan, cedera, atau masalah lainnya

Beberapa kista vagina berukuran besar dan nyeri, tetapi sebagian besar kista vagina berukuran kecil dan tidak memiliki gejala.

Baca juga: Miss V Sakit setelah Berhubungan Seks, Begini Cara Mengatasinya...

  • Polip vagina

Polip vagina adalah pertumbuhan jaringan kulit yang tidak ganas.

Biasanya, polip vagina bukan gangguan kesehatan yang perlu dikhawatirkan.

Apabila terasa sakit atau menyebabkan pendarahan, polip vagina baru memerlukan tindakan medis.

  • Kutil vagina

Kutil vagina adalan benjolan yang disebabkan infeksi virus human papillomavirus (HPV).

Infeksi virus ini bersifat menular dan bisa menyebabkan kanker.

Kutil di bagian dalam vagina umumnya tidak terasa. Namun, pertumbuhan kutil bisa dipantau di bagian luar lubang vagina.

Selain HPV, penyakit menular seksual herpes juga bisa memicu kutil vagina.

Gejala kutil vagina terkait herpes ini bisa mirip jerawat akibat rambut tumbuh ke dalam. Terkadang benjolan di miss v juga terasa nyeri atau melepuh.

Baca juga: Keluar Lendir Seperti Putih Telur dari Vagina, Normal atau Tidak?

  • Kanker vagina

Kendati jarang terjadi, penyebab benjolan di miss v juga bisa terkait kanker.

Benjolan ini berupa pertumbuhan jaringan ganas di lapisan sel kulit atau kelenjar di vagina.

Gejala kanker vagina di awal antara lain pendarahan dan keputihan yang tidak biasa.

Jika kanker semakin parah, gejala lain yang dirasakan penderitanya termasuk sembelit, nyeri panggul, nyeri punggung, atau kaki bengkak.

Baca juga: Kentut dari Vagina, Normal atau Tidak?

Cara menghilangkan benjolan di miss v

.iStockphoto .
Cara mengatasi benjolan di vagina disesuaikan dengan penyebab mendasarnya.

Apabila benjolan di miss v disebabkan kista, dokter biasanya mengantisipasinya dengan pemberian obat mengatasi infeksi.

Jika nyeri hebat muncul, penderita biasanya diresepkan obat antinyeri.

Benjolan di vagina yang disebabkan infeksi HPV tidak disembuhkan dengan obat. Tapi, dokter jamak menghilangkan kutil dengan operasi atau perawatan lain.

Sedangkan cara menghilangkan benjolan di miss v terkait kanker biasanya dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan pemberian obat-obatan.

Baca juga: Vagina Becek: Penyebab dan Cara Mengatasi

Wanita yang mendapati ada benjolan di miss v perlu berkonsultasi ke dokter.

Terutama jika benjolan tersebut berdarah, mengeluarkan cairan berbau busuk, dan terasa nyeri.

Dokter akan mengevaluasi dan menentukan jenis perawatan yang tepat untuk mengatasinya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat

Health
7 Obat Glaukoma dan Efek Sampingnya

7 Obat Glaukoma dan Efek Sampingnya

Health
14 Gejala Tonsilitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Tonsilitis yang Perlu Diwaspadai

Health
8 Minuman yang Baik untuk Penderita Asam Lambung

8 Minuman yang Baik untuk Penderita Asam Lambung

Health
Apakah Pisang Baik untuk Penderita Diabetes?

Apakah Pisang Baik untuk Penderita Diabetes?

Health
6 Penyakit Tiroid dan Cara Mengatasinya

6 Penyakit Tiroid dan Cara Mengatasinya

Health
14 Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

14 Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Health
8 Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja dan Kapan Perlu Waspada

8 Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja dan Kapan Perlu Waspada

Health
5 Gejala Aritmia Jantung yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Aritmia Jantung yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Cara Mengatasi Asam Urat pada Kaki

5 Cara Mengatasi Asam Urat pada Kaki

Health
8 Obat Asam Urat dan Efek Sampingnya

8 Obat Asam Urat dan Efek Sampingnya

Health
Apa itu Operasi Lasik Mata?

Apa itu Operasi Lasik Mata?

Health
13 Gejala Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

13 Gejala Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Health
7 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

7 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
9 Gejala Penyakit Celiac yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Penyakit Celiac yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X