Berat Badan Turun Drastis, Kapan Harus Mewaspadainya?

Kompas.com - 20/11/2020, 10:08 WIB
ilustrasi berat badan shutterstock/UfaBizPhotoilustrasi berat badan

Lantas, berapa banyak penurunan berat badan yang perlu mendapatkan perhatian?

Melansir NHS, berat badan seseorang dapat berfluktuasi secara teratur, tetapi penurunan berat badan yang terjadi secara terus-menerus dan tidak disengaja lebih dari 5 persen dari berat badan semula dalam 6 sampai 12 bulan biasanya perlu menjadi perhatian.

Kehilangan berat badan sebanyak ini bisa menjadi tanda malnutrisi, di mana pola makan seseorang tidak mengandung jumlah nutrisi yang tepat.

Anda harus memberi perhatian khusus jika mengalami gejala lain, seperti:

  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan kebiasaan toilet, seperti sembelit jangka panjang, diare, perubahan ukuran feses, nyeri saat buang air kecil, darah dalam air seni
  • Peningkatan penyakit atau infeksi

Baca juga: 12 Cara Mengatasi Sembelit Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Penurunan berat badan yang tidak disengaja memang tidak selalu memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi, tetapi sering kali dapat juga terjadi akibat dari:

  • Depresi
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), atau pengobatan tiroid yang kurang aktif
  • Kanker

Meski lebih jarang terjadi, penurunan berat badan yang tidak terduga mungkin bisa juga disebabkan oleh:

  • Efek samping dari obat-obatan tertentu
  • Penyalahgunaan alkohol atau Penyalahgunaan narkoba
  • Penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit paru-paru, atau penyakit liver ( penyakit hati)
  • Masalah dengan kelenjar yang mengeluarkan hormon, seperti penyakit Addison atau diabetes yang tidak terdiagnosis
  • Kondisi peradangan jangka panjang, seperti rheumatoid arthritis atau lupus
  • Masalah gigi, seperti kehilangan gigi, menjalani perawatan ortodontik baru, atau sariawan
  • Suatu kondisi yang menyebabkan disfagia (masalah menelan)
  • Masalah dengan usus, seperti sakit maag, penyakit Crohn, kolitis ulserativa atau penyakit celiac
  • Infeksi bakteri, virus atau parasit, seperti gastroenteritis persisten, tuberkulosis (TB) atau HIV dan AIDS
  • Demensia, di mana penderita demensia mungkin tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhan makan mereka

Cara penanganan berat badan turun drastis tersebut bergantung pada faktor penyebabnya.

Baca juga: 5 Penyebab PPOK pada Orang Bukan Perokok

Halaman:

Sumber WebMD,NHS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X