Bahaya Kesehatan Akibat Dinding Rumah Berjamur

Kompas.com - 20/11/2020, 12:08 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

KOMPAS.com - Dinding rumah yang lembab seringkali menjadi tempat tumbuhnya jamur.

Jika dibiarkan saja, jamur-jamur tersebutbisa memicu masalah kesehatan.

Ada berbagai gangguan kesehatan yang terjadi akibat paparan jamur, mulai dari alergi, asma, hingga ruam pada kulit.

Ahli perawatan paru-paru dari Cleveland Clinic, Lamia Ibrahim, juga berkata paparan jamur bisa memicu masalah pernapasan.

"Bagi orang yang sehat, paparan jamur bisa memicu masalah pernapasan bagian atas. Orang yang menderita asma juga bisa kambuh karena paparan jamur," ucap dia.

Namun, sebagian besar masalah pernapasan akibat jamur bersifat sementara dan bisa sembuh jika paparan jamur dihilangkan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sarapan Sereal Bantu Tingkatkan Kesehatan Anak?

Mengapa jamur bisa memicu masalah kesehatan?

Jamur bisa menyebabkan gangguan kesehatan karena sporanya menghasilkan alergen yang memicu reaksi alergi, seperti gatal, mata merah, pilek, dan asma.

Jika terus berlanjut, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

Dalam kasus parah, spora jamur juga bisa menyebabkan kerusakan organ, kesulitan kognitif, dan bahkan kematian.

Selain itu, spora jamur dapat mengiritasi paru-paru Anda meskipun kita tidak memiliki alergi jamur.

"Ketika masuk ke tubuh, spora mengiritasi saluran udara di hidung, mulut dan tenggorokan," tambah Ibrahim.

Spora jamur juga bisa menyebabkan sensasi terbakar dan berdarah jika tersangkut di selaput lendir, seperti di sinus dan paru-paru.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan akibat paparan jamur berbeda bagi setia orang. Namun, rata-rata gejalanya bisa berupa berikut ini:

  • sakit tenggorokan
  • gusi berdarah
  • hidung berair, gatal, tersumbat
  • hidung berdarah
  • sulit bernapas
  • batuk
  • pembengkakan atau pendarahan di paru-paru.

Paparan jamur juga bisa menyebabkan neumonitis hipersensitivitas yang memicu gejala batuk, sulit bernapas, dan demam.

Pencegahan

Untuk mencegah hal itu terjadi, kita harus mengetahui di mana area rumah yang biasa ditumbuhi spora jamur.

Selain tumbuh di tempat yang lembab, spora jamur juga bisa tumbuh di area yang teduh atau dipenuhi dedaunan.

Baca juga: Sering Tidak Sarapan Jadi Penyebab Diabetes Melitus, Kok Bisa?

"Jika Anda rentan terhadap masalah pernapasan, seperti asma, Anda harus mempertimbangkan untuk membatasi paparan pada area lembab," saran Ibrahim.

Berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi paparan jamur:

  • gunakan AC atau dehumidifier untuk menjaga tingkat kelembapan ruangan
  • periksa tingkat kelembapan di rumah setidaknya sekali sehari karena kelembapan berubah seiring perubahan suhu
  • pastikan rumah memiliki ventilasi yang memadai
  • Gunakan cat yang mengandung antijamur
  • gunakan produk pembersih kamar mandi pembasmi jamur
  • ganti karpet dan kain pelapis yang basah atau lembab.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X