Kompas.com - 01/12/2020, 10:05 WIB
Ketua Tim Penasihat Kolegium PERDOSKI, Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K) ketika menjadi pembicara kunci dalam Webinar ?Perkuat Kolaborari, Tingkatkan Solidaritas? yang diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) bekerja sama dengan Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia (KSIMSI), Durex Eduka5eks PT. Reckitt Benckiser (RB) Indonesia, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan, seperti AMSA dan CIMSA dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 pada Senin (31/11/2020) siang. Kompas.comKetua Tim Penasihat Kolegium PERDOSKI, Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K) ketika menjadi pembicara kunci dalam Webinar ?Perkuat Kolaborari, Tingkatkan Solidaritas? yang diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) bekerja sama dengan Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia (KSIMSI), Durex Eduka5eks PT. Reckitt Benckiser (RB) Indonesia, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan, seperti AMSA dan CIMSA dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 pada Senin (31/11/2020) siang.

KOMPAS.com – Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) bekerja sama dengan Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia (KSIMSI), Durex Eduka5eks PT. Reckitt Benckiser (RB) Indonesia, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan, seperti AMSA dan CIMSA menggelar Webinar dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 pada Senin (31/11/2020) siang.

Webinar yang mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut mengusung tema “Perkuat Kolaborari, Tingkatkan Solidaritas” yang menekankan pentingnya kerja sama guna mencapai three zeroes pada 2030.

Di mana, pada tahun ini, Indonesia diharapkan telah siap menuju akhir HIV/AIDS pada 2030, yakni tidak ada inveksi HIV baru, tidak ada kematian karena AIDS, dan tidak ada stigma serta diskriminasi.

Baca juga: 4 Tahapan Infeksi HIV Menjadi AIDS

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengapresisi penyenggaraan Webinar acara puncak Hari AIDS Sedunia 2020 yang berhasil merepresentasikan semangat kolaborasi yang kuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya remaja, tentang pencegahan infeksi menular seks (IMS) dan kesehatan reproduksi.

Lebih lanjut dalam sambutannya, dia mengingatkan bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, isu penanggulangan HIV/AIDS tidak boleh luput dari perhatian, mengingat Permenkes No. 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan telah mengutamakan peningkatan promotif dan pencegahan preventif dari penyakit ini.

Kemenkes RI sendiri mencatat data tentang perkembangan HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual (PIMS), bahwa pada triwulan II tahun 2020 atau hingga Juni 2020, estimasi jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah mencapai 543.100 orang. Dari jumlah tersebut, 398.784 orang telah ditemukan, dan hanya 205.945 ODHA yang baru memulai konsumsi obat obat antiretroviral (ARV).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, survei Durex Eduka5eks pada 2019 masih memperlihatkan bahwa topik IMS belum dibicarakan oleh konsumen remaja, orang tua, dan pasangan menikah. Bahkan, 3 dari 10 kelompok remaja di lima kota besar Indonesia ditemukan masih percaya bahwa berinteraksi dalam kegiatan sehari-hari bersama ODHA dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS.

Ketua Tim Penasihat Kolegium PERDOSKI, Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K) ketika menjadi pembicara kunci dalam Webinar menekankan pentingnya pendidikan seks bagi remaja sebagai kegiatan promotif dan preventif untuk memberikan tuntunan serta bimbingan kehidupan yang berkaitan dengan jenis kelamin, kehidupan mencintai, hingga rasa tanggung jawab. dr. Sjaiful memaparkan materi berjudul “Melindungi Masyarakat Indonesia dari Risiko Terinfeksi HIV dan IMS”.

"Kegiatan pendidikan seks ini harus senantiasa dipupuk sejak masa kanak-kanak hingga dewasa," jelas dia.

Baca juga: Lawan Stigma, Pengidap HIV Bukan untuk Dijauhi

dr. Sjaiful menegaskan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara IMS dan HIV/AIDS, sehingga upaya preventif harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni di keluarga. Menurut dia, orangtua penting untuk mengedukasi anak sejak dini secara moral, sosial, kesehatan, dan agama  mengenai seksualitas, terutama saat anak memasuki usia remaja.

"Pemerintah dapat mendesain program, dokter dapat memberikan pengobatan, namun orangtua yang mampu mengoptimalkan perlindungan dan pencegahan," terang dr. Sjaiful.

Webinar kemudian diisi oleh dua pembicara lain, yakni dr. Yudo Irawan Sp.KK dari KSIMSI dan dr. Helena Rahayu Wonoadi sebagai project Director PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia.

Dalam kesempatannya menyapa peserta Webinar, dr. Yudo, banyak menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi terutama bagi para remaja. Dia menjelaskan, bahwa pada fase remaja, hormon seksual sudah aktif. Dengan demikian, apabila remaja tidak dibekali dengan informasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang tepat, hal tersebut bisa menimbulkan masalah.

"Rasa penasaran dan tidak tahu, akibatnya banyak (remaja) yang sudah menjalani hubungan seksual sebelum menikah," jelas dia.

Bersamaan dengan acara puncak HAS tahun ini, PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia melalui produk kontrasepsinya Durex kembali mempromosikan kampanye corporate social  responsibility (CSR) yang bertujuan untuk menormalisasi perbincangan seksual dengan menggandeng sejumlah mahasiswa terpilih lewat kampanye Eduka5eks, yakni 5 langkah mudah memahami pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Di setiap langkahnya, terdapat rekomendasi yang jelas bagi remaja

 

Ada pun lima langkah Eduka5eks itu meliputi:

  1. Ayo pahami – Sikap terbuka untuk memperoleh lebih banyak informasi tentang kesehatan seksual dan organ reproduksi
  2. Mari bicara - Berani untuk memulai percakapan
  3. Saling menghargai - Menghargai pendapat dan keputusan orang lain
  4. Selalu bertanggung jawab - Bertanggung jawab atas diri sendiri, pasangan kita, dan keluarga kita
  5. Pemeriksaan kesehatan – Mulai melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

"Kami percaya bahwa dengan pendekatan komunikasi persuasif dan partisipatif kepada remaja dan penyediaan informasi yang kredibel, target three zeros dapat dicapai di tahun 2030,” ujar dr. Helena.

Ketua Umum KSIMSI, dr. Hanny Nilasari, SpKK, memberikan pandangan bahwa kesehatan reproduksi pada remaja sangat penting dalam rangka menyambut ageda Indonesia Sehat. Mengingat IMS adalah salah satu pintu masuk penularan HIV/AIDS, kampanye dan edukasi seksual pada populasi remaja harus terus digiatkan.

"Stigma bahwa HIV mudah menular juga perlu diluruskan, jauhi penyakitnya bukan penderitanya,” tegas dia.

Baca juga: Jadi Penyakit Menakutkan, Benarkah HIV/AIDS Tidak Bisa Diobati?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.