Kompas.com - 05/12/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi penyakit Tipes, penyebab penyakit ini akibat infeksi bakteri Salmonella thypii. SHUTTERSTOCK/Kateryna KonIlustrasi penyakit Tipes, penyebab penyakit ini akibat infeksi bakteri Salmonella thypii.

Lagi-lagi, penderita tipes yang tidak mencuci tangan dengan benar setelah kencing lalu memegang makanan dapat menularkan penyakit ini.

Di sejumlah tempat dengan sanitasi yang buruk, kotoran manusia yang terinfeksi bakteri penyebab tipes bisa mencermari sumber air.

Orang yang minum air terkontaminasi atau makan makanan yang dicuci pakai air terkontaminasi tersebut bisa tertular tipes.

Baca juga: Diawali Demam, Ini Beda Gejala pada Demam Berdarah (DBD) dan Tifus

Cara penularan tipes

Penyakit tipes biasanya rentan menular lewat beberapa celah, antara lain:

  • Menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri penyebab tipes, lalu tidak cuci tangan sebelum makan dan menyentuh mulut
  • Makan makanan laut dari sumber air yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi
  • Makan sayuran mentah atau produk susu yang terkontaminasi bakteri biang tipes
  • Melakukan seks oral atau anal dengan penderita tipes

Baca juga: Apa yang Terjadi dengan Tubuh setelah Digigit Nyamuk Demam Berdarah?

Setelah terinfeksi bakteri Salmonella typhi, bakteri akan berkembang biak di saluran pencernaan penderita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami gejala demam, sakit perut, sembelit, atau diare.

Jika tidak segera diobati, bakteri akan masuk ke aliran darah dan meninfeksi area tubuh lainnya.

Kondisi tersebut menyebabkan gejala tipes semakin parah selama beberapa minggu sejak tubuh penderita kali pertama terinfeksi.

Jika organ dan jaringan banyak yang rusak karena infeksi bakteri, penderita bisa mengalami komplikasi serius seperti pendarahan internal atau ususnya pecah.

Demam tifoid membutuhkan pengobatan segera. Semakin awal didiagnosis, infeksi penyakit cenderung ringan dan bisa sembuh setelah diobati selama 7 hingga 14 hari.

Penyakit tipes parah biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit. Dengan pengobatan yang tepat, kebanyakan penderita bisa merasa lebih sehat dalam beberapa hari dan komplikasi serius bisa dicegah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.