Kompas.com - 09/12/2020, 14:05 WIB
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Mengalami obesitas
  • Gaya hidup kurang gerak
  • Punya riwayat keluarga, yakni memiliki orangtua atau saudara kandung dengan pembengkakan jantung
  • Pernah mengalami serangan jantung masa lalu
  • Mengalami gangguan metabolisme, seperti penyakit tiroid
  • Penggunaan narkoba atau alkohol yang berlebihan 

Diagnosis pembengkanan jantung

Melansir WebMD, diagnosis jantung bengkak dapat dilakukan dokter dimulai dengan pemeriksaan fisik dan diskusi tentang gejala yang dialami pasien.

Sejumlah tes berbeda kemudian dapat memeriksa struktur dan fungsi jantung.

Rontgen dada mungkin merupakan tes pertama yang akan dilakukan dokter karena dapat menunjukkan apakah jantung membesar atau tidak.

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Sementara, tes berikut ini dapat membantu dokter menemukan penyebab jantung bengkak:

  • Ekokardiogram (EKG) menggunakan gelombang suara untuk mencari masalah dengan bilik jantung
  • Elektrokardiogram memantau aktivitas listrik di jantung. Ini dapat mendiagnosis irama jantung dan iskemia yang tidak teratur
  • Tes darah untuk memeriksa zat dalam darah yang diproduksi oleh kondisi yang menyebabkan jantung membengkak, seperti penyakit tiroid
  • Tes yang melibatkan berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis, sementara ritme jantung dan pernapasan dipantau. Ini dapat menunjukkan seberapa keras jantung bekerja selama berolahraga
  • CT-scan menggunakan X-ray untuk menghasilkan gambar detail jantung dan struktur lain di dada. Pemeriksaan ini dapat membantu mendiagnosis penyakit katup atau peradangan
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar jantung 

Baca juga: 6 Penyebab Penyakit Jantung pada Anak Muda

Tes kelainan jantung dalam kehamilan

Selama kehamilan, dokter dapat menggunakan tes yang disebut ekokardiogram janin untuk mendiagnosis kelainan jantung pada bayi yang belum lahir.

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung bayi.

Dokter mungkin merekomendasikan ekokardiogram janin jika ibu hamil memiliki riwayat keluarga kardiomegali atau kelainan jantung, atau jika bayi memiliki kelainan genetik seperti Down syndrome.

Cara mengobati pembengkakan jantung

Dokter dapat meresepkan rencana perawatan untuk kondisi yang menyebabkan jantung membengkak.

Sebagai contoh:

  • Tekanan darah tinggi: penghambat ACE, penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan penghambat beta
  • Detak jantung tidak teratur: obat anti aritmia, alat pacu jantung, dan implan cardioverter-defibrillator (ICD)
  • Masalah katup jantung: operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup yang rusak
  • Arteri koroner menyempit: intervensi koroner perkutan, pencangkokan bypass arteri koroner (CABG), dan nitrat
  • Gagal jantung: diuretik, beta-blocker, inotropik, dan pada sebagian kecil orang, alat bantu ventrikel kiri (LVAD)

Prosedur lain dapat memperbaiki kelainan jantung bawaan.

Jika Anda mencoba beberapa perawatan dan tidak berhasil, Anda mungkin memerlukan transplantasi jantung.

Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Dada Selain Penyakit Jantung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.