Kompas.com - 12/12/2020, 08:08 WIB
Ilustrasi milia Shutterstock/vchalIlustrasi milia

KOMPAS.com - Di beberapa bagian wajah seperti hidung, bawah mata, atau pipi terkadang muncul benjolan kecil-kecil berwarna putih mirip jerawat.

Benjolan kecil seperti beruntusan ini dikenal sebagai milia. Sejumlah orang acapkali salah mengartikannya sebagai komedo putih.

Kendati sekilas terlihat serupa, keduanya berbeda. Cara menghilangkan milia pun tak bisa disamakan dengan komedo biasa atau jerawat.

Baca juga: 7 Bahan Masker Organik untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Melansir Women’s Health, milia adalah kista kecil berisi keratin atau protein yang tumbuh di permukaan kulit.

Berbeda dengan komedo yang berisi sebum atau minyak alami kulit dan bakteri, milia cenderung keras karena berisi protein.

Penyebab milia berasal dari penumpukan sel kulit mati, bercampur dengan sebum, hingga membentuk keratin.

Masalah kulit ini tidak seperti jerawat yang menyebabkan sebagian area kulit kemerahan atau meradang.

Milia jamak dialami bayi yang baru lahir. Namun, anak-anak sampai orang dewasa juga bisa terkena milia.

Dilansir dari Healthline, milia pada bayi baru lahir umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan obat-obatan atau perawatan khusus.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Membandel Menurut Ahli Dermatologi

Sedangkan pada orang dewasa, cara menghilangkan milia dengan cepat dan tepat perlu perawatan khusus. Berikut beberapa langkah-langkahnya:

1. Hindari mengutak-atik, memencet, atau mengikis milia

Milia memang bisa mengganggu penampilan. Kendati begitu, jangan pernah mengutak-atik, memencet, atau mencoba mengikis milia.

Upaya paksa menghilangkan milia tersebut dapat menyebabkan benjolan berdarah, muncul bopeng, sampai bekas luka.

Mengutak-atik wajah yang ditumbuhi milia juga rentan membawa kuman biang infeksi.

2. Gunakan sabun yang lembut untuk membersihkan wajah

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
Cara menghilangkan milia perlu dukungan perawatan membersihkan wajah yang rutin.

Pastikan Anda mencuci muka menggunakan sabun dengan formula yang lembut dan bebas paraben setiap hari.

Beberapa sabun dengan formula “keras” atau mengandung banyak bahan kimia dapat menghilangkan kelembaban alami kulit.

Setelah dicuci, keringkan wajah pelan-pelan dengan cara menepuk-nepukkan handuk ke kulit. Hal itu membantu mencegah kulit lecet atau kering setelah cuci muka.

3. Buka pori-pori dengan uap hangat

Setelah kulit dibersihkan, coba hilangkan biang iritasi penyumbat kulit dengan membuka pori-pori wajah dengan uap hangat.

Cara menghilangkan milia dengan bahan alami ini bisa dilakukan dengan duduk di kamar mandi dan nyalakan keran air panas. Selang beberapa saat, ruangan terisi dengan uap hangat.

Setelah lima sampai delapan menit, uap hangat dapat membuka pori-pori kulit dengan lembut dan melepaskan sel kulit mati serta biang iritasi lainnya.

Kemudian, tepuk-tepuk wajah sampai kering dan bilas wajah dengan air hangat sampai materi penyumbat pori-pori kulit bersih.

4. Pakai produk eksfoliasi yang aman

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Cara menghilangkan milia lainnya bisa menggunakan produk eksfoliasi atau bahan yang bisa membantu pengelupasan kulit.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penumpukan sel kulit mati bisa jadi penyebab milia.

Beberapa produk eksfoliasi dapat mengangkat sel kulit mati dan mencegah produksi keratin berlebih.

Gunakan produk eksfoliasi yang aman, contohnya yang mengandung bahan aktif asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat.

Hal yang perlu diingat, pengelupasan wajah jangan terlalu sering digunakan. Cukup seminggu sekali.

Selain itu, perhatikan kondisi kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Hentikan pemakaian produk eksfoliasi jika muncul tanda iritasi seperti kulit ruam atau kemerahan.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Jerawat Lewat Pola Makan Sehat

5. Gunakan krim retinoid

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Beberapa ahli menyarankan krim retinoid untuk menghilangkan milia. Krim retinoid mengandung vitamin A. Nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Gunakan krim retinoid atau retinol cukup sekali sehari. Pakai krim tersebut saat wajah sudah dalam kondisi bersih dan kering.

Ketika menggunakan retinoid atau retinol, pastikan Anda menggunakan tabir surya saat berada di luar ruangan pada siang hari.

Pasalnya, retinoid membuat kulit lebih sensitif atau rentan terhadap paparan sinar matahari.

Pilih tabir surya dengan formula yang ringan dan sesuai dengan kondisi kulit.

Jenis tabir surya yang ramah kulit umumnya mengandung bahan dasar mineral, bukan minyak yang dapat menyumbat pori-pori kulit.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dan Flek Hitam Lebih Cepat

6. Lakukan perawatan ekstraksi manual

Jika beragam langkah menghilangkan milia secara alami maupun dengan obat di atas sudah dicoba selama beberapa bulan dan belum berhasil, saatnya mempercayakan perawatan ekstraksi manual pada ahlinya.

Cara menghilangkan milia secara cepat dan tepat ini dikerjakan dokter spesialis kulit.

Prosedur ekstraksi manual dilakukan dengan membuat lubang kecil di permukaan kulit yang ditumbuhi milia.

Dari lubang kecil tersebut, penyebab milia akan didorong keluar dengan alat yang disebut ekstraktor.

Meskipun sekilas terdengar menyeramkan, namun perawatan ini tidak menyakitkan dan tidak memerlukan bius.

Hal yang perlu diperhatikan, jangan mencoba mengekstraksi manual milia sendiri. Karena rentan menyebabkan tumbuhnya jaringan parut yang sulit dihilangkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.