Kompas.com - 15/12/2020, 10:06 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

Obat lain, seperti opiat, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan obat anticemas, juga bisa efektif.

Masalah pernapasan yang berasal dari PPOK dapat membaik dengan teknik pernapasan khusus, seperti latihan pernapasan bibir dan penguatan otot pernapasan.

Orang-orang dapat mempelajari cara melakukannya pada program rehabilitasi paru.

The Dyspnea Lab, sebuah pusat penelitian yang mengkhususkan diri pada sesak napas, melaporkan bahwa orang-orang menganggap program ini bermanfaat, meskipun akar penyebab masalahnya tetap ada.

Jika tes menunjukkan rendahnya kadar oksigen dalam darah, oksigen tambahan dapat diberikan. Namun, tidak semua orang yang mengalami sesak napas memiliki kadar oksigen dalam darah yang rendah.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

Cara mencegah dyspnea

Setiap orang maupun penderita dyspnea dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan dan memberikan lebih banyak ruang untuk bernapas.

Ini termasuk:

  • Berhenti merokok
  • Menghindari perokok pasif jika memungkinkan
  • Menghindari pemicu lingkungan lainnya seperti asap kimia dan asap kayu
  • Menurunkan berat badan, karena hal ini dapat mengurangi stres pada jantung dan paru-paru serta memudahkan untuk berolahraga, yang keduanya dapat memperkuat sistem kardiovaskular dan pernapasan
  • Luangkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian yang lebih tinggi, lakukan aktivitas secara bertahap, dan kurangi tingkat olahraga pada ketinggian di atas 5.000 kaki
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
PENYAKIT
VIPoma
VIPoma
PENYAKIT
Splenomegali
Splenomegali
PENYAKIT
Sistokel
Sistokel
PENYAKIT
Astrositoma
Astrositoma
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.