Kompas.com - 20/12/2020, 01:00 WIB

Denok mencontohkan sampah lain yang sudah dikumpulkan warga Kampung Kitiran dalam bentuk terpisah, yakni gelas plastik dan kertas.

“Banyak orang mungkin mengira bagian botol plastik yang paling malah itu badannya. Ternyata bukan, yang paling mahal adalah tutupnya. Kalau gelas plastik, yang paling mahal itu ringnya. Warga sudah paham itu,” beber dia.

Sejuta manfaat bank sampah

Ketua RT 002/ RW 008, Kampung Kitiran Yosoroto, Purwosari, Moh. Zaenal Ali, menyampaikan tujuan dibangunnya bank sampah di Kampung Kitiran sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri.

Melainkan, bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat “bersahabat” dengan sampah.

Menurut dia, bank sampah bukan hanya membawa manfaat secara ekonomi kepada warga.

Ada banyak manfaat lain yang bisa dan telah didapatkan warga dari pendirian bank sampah.

Salah satu manfaat utamanya adalah warga bisa hidup lebih sehat.

Hal ini terjadi karena pemisahan pembuangan sampah organik dan anorganik dapat menghindarkan terjadinya penumpukan sampah.

Seperti diketahui, sampah yang menumpuk bisa menjadi sarang kuman dan bakteri yang merupakan penyebab beragam penyakit.

Selain itu, kata Zainal, tumpukan sampah nyatanya dapat memicu terjadinya pencemaran udara.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.