Kompas.com - 29/12/2020, 16:09 WIB
Ilustrasi AppleZoomZoomIlustrasi

9. Kecemasan dan depresi

Sindrom iritasi usus juga terkait dengan kecemasan dan depresi.

Tidak jelas apakah gejala IBS merupakan ekspresi dari stres mental atau apakah stres akibat IBS membuat orang lebih rentan terhadap kesulitan psikologis.

Mana pun yang lebih dulu, kecemasan dan gejala IBS pencernaan memperkuat satu sama lain dalam lingkaran setan.

Dalam sebuah penelitian besar terhadap 94.000 pria dan wanita, orang dengan IBS lebih dari 50 persen mungkin mengalami gangguan kecemasan dan lebih dari 70 persen lebih mungkin mengalami gangguan mood, seperti depresi.

Studi lain membandingkan kadar hormon stres kortisol pada pasien dengan dan tanpa IBS.

Baca juga: 10 Gejala Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diketahui

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka diberi tugas berbicara di depan umum. Diketahui, bahwa mereka dengan IBS mengalami perubahan kortisol yang lebih besar, menunjukkan tingkat stres yang lebih besar.

Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa terapi pengurangan kecemasan mengurangi stres dan gejala IBS.

Melansir Mayo Clinic, Anda disarankan untuk segera menemui dokter jika merasa memiliki gejala sindrom iritasi usus yang mengganggu kualitas hidup Anda.

Misalnya, Anda mengalami perubahan terus-menerus dalam kebiasaan BAB atau tanda atau gejala IBS lainnya.

Dokter dapat membantu mendiagnosis dan menyingkirkan IBS maupun penyakit lain yang mirip dengannya, termasuk kondisi yang lebih serius, seperti kanker usus besar.

Tanda dan gejala lebih serius yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Penurunan berat badan
  • Diare di malam hari
  • Pendarahan rektal
  • Anemia defisiensi zat besi
  • Muntah yang tidak bisa dijelaskan
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri terus-menerus yang tidak berkurang dengan buang angin atau buang air besar

Sindrom iritasi usus didiagnosis dengan nyeri perut berulang setidaknya selama 6 bulan, dikombinasikan dengan nyeri mingguan selama 3 bulan serta beberapa kombinasi nyeri yang hilang dengan BAB dan perubahan frekuensi atau bentuk BAB.

Baca juga: 7 Bahaya Menahan BAB yang Perlu Diwaspadai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.