Kompas.com - 30/12/2020, 18:08 WIB
Ilustrasi bells palsy Shutterstock/jaojormamiIlustrasi bells palsy

KOMPAS.com - Kondisi salah satu sisi wajah yang lemah atau terkulai acapkali dikaitkan dengan stroke.

Padahal, kondisi yang membuat penderitanya terlihat perot ini juga bisa menjadi gejala stroke.

Gejala bell’s palsy dan stroke terlihat serupa karena kedua penyakit ini sama-sama memengaruhi saraf di wajah. Kendati sekilas mirip, penyebab kedua penyakit ini berbeda.

Baca juga: Kenali Apa itu Bells Palsy yang Sekilas Mirip Gejala Stroke

Melansir Piedmont Healthcare, stroke disebabkan penyumbatan pembuluh darah atau pecah pembuluh darah di otaj.

Sedangkan penyebab bell’s palsy berasal dari kerusakan saraf wajah, tepatnya bagian saraf kranial ketujuh.

Kerusakan saraf ini menyebabkan peradangan yang memengaruhi saraf yang mengendalikan wajah.

Baca juga: Stres Dapat Menyebabkan Stroke, Kok Bisa?

Persamaan gejala bell’s palsy dan stroke

Melansir Emedicine Health, gejala bell’s palsy dan stroke yang sekilas terlihat sama antara lain:

  • Salah satu bagian wajah lemah atau terkulai
  • Mulut perot
  • Ngiler
  • Salah satu mata tidak bisa ditutup sehingga mata kering
  • Salah satu mata banyak mengeluarkan air mata
  • Bagian wajah terasa nyeri
  • Lidah jadi kurang atau tidak peka rasa
  • Penampilan wajah secara keseluruhan jadi tidak simetris karena terdistorsi
  • Salah satu alis kendur

Gejala stroke umumnya berlangsung cepat atau tiba-tiba. Sedangkan serangan bell’s palsy bisa terjadi secara bertahap dan baru memburuk dalam hitungan hari.

Baca juga: 10 Penyebab Stroke dan Faktor Risikonya

Perbedaan gejala bell’s palsy dan stroke

Penderita bell’s palsy jamak merasakan beberapa gejala yang tidak dialami penderita stroke, antara lain:

  • Tidak bisa menoleransi suara kencang
  • Telinga berdenging
  • Hanya bagian wajah yang mengalami perubahan
  • Penglihatan tidak berubah

Gejala bell’s palsy tersebut dapat menyebabkan penderita stres dan menarik diri dari lingkar pergaulan sosial.

Baca juga: Gejala Stroke yang Pantang Diabaikan

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.