Kompas.com - 01/01/2021, 06:00 WIB
Daging merah tinggi akan lemak jenuh dan menjadi salah satu makanan yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak karena dapat memengaruhi kolesterol tubuh. SHUTTERSTOCK/Marian WeyoDaging merah tinggi akan lemak jenuh dan menjadi salah satu makanan yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak karena dapat memengaruhi kolesterol tubuh.

KOMPAS.com - Selain rasanya yang nikmat, daging memang bisa menjadi sumber asupan protein.

Namun, tahukah Anda konsumsi daging, khususnya daging olahan, bisa memicu kanker usus besar?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai makanan mengandung karsinogen kelompok satu.

Sedangkan daging merah masuk dalam kategori makanan mengandung karsinogen kelompok 2.

Ahli onkologi dari Cleveland Clinic, Alok Khorana, juga mengatakan daging merah berpotensi besar memicu beberapa jenis kanker, terumaka kanker usus besar.

Baca juga: 4 Gejala Awal Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai

"Banyak riset ilmiah membuktikan kanker usus besar lebih banyak dialami pada orang yang sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan," ucap dia.

Selain itu, memasak daging dengan cara dipanggang atau diasap juga bisa memicu karsinogen.

Mengapa daging memicu kanker?

Daging terbukti memicu kanker karena kandungan bahan nitrit dan nitrat di dalamnya.

Selain itu, pemrosesan daging juga membentu bahan kimia yang bersifat karsinogenik.

Apalagi, produses makanan berbahan daging juga seringkali menambahkan bahan kimia buatan yang turut memicu risiko kanker.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X