Kompas.com - 03/01/2021, 10:08 WIB

Gangren gas biasanya mempengaruhi jaringan otot dalam.

Jika seseorang mengalami gangren gas, permukaan kulit mereka mungkin awalnya tampak normal.

Seiring perkembangan kondisi, kulit akan menjadi pucat dan kemudian berubah menjadi warna abu-abu atau merah keunguan.

Baca juga: 11 Gejala Gula Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Penampilan kulit juga akan menggembung dan bila ditekan aka nada gas yang keluar dari dalam jaringan.

Gangren gas paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium perfringens yang berkembang pada cedera atau luka bedah yang kehabisan suplai darah.

Infeksi bakteri menghasilkan racun yang melepaskan gas dan menyebabkan kematian jaringan.

Seperti gangren basah, gangren gas bisa mengancam jiwa.

4. Gangren internal

Gangren internal adalah jenis gangren yang memengaruhi satu atau lebih organ, seperti usus, kandung empedu, atau usus buntu.

Jenis gangren ini terjadi ketika aliran darah ke organ dalam tersumbat, misalnya saat usus membengkak melalui area otot yang melemah di perut (hernia) dan menjadi bengkok.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.