Berapa Orang yang Harus Divaksin Agar Pandemi Berakhir?

Kompas.com - 07/01/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 (SHUTTERSTOCK/solarseven) Ilustrasi vaksin Covid-19

KOMPAS.com - Di berbagai negara, penyuntikan vaksin Covid-19 sudah mulai di lakukan.

Indonesia berencakan akan mulai melakukan vaksinasi pada tanggal 13 Januari 2021.

Kabar ini tentu menjadi penyejuk dan harapan baru untuk segera menemui akhir dari pandemi ini.

Akan tetapi, vaksinasi tetap tidak akan membuahkan hasil jika hanya dilakukan pada beberapa orang saja.

Baca juga: Ampuh Turunkan Berat Badan, Diet Atkins Juga Sebabkan Bahaya Kesehatan

Berapa jumlah orang yang harus divaksin agar pandemi berakhir?

Orang yang divaksinasi bertindak sebagai penghalang untuk memperlambat dan mencegah virus terus menyebar.

Tujuan akhir penyuntikan vaksin adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin orang yang divaksinasi sehingga lebih banyak orang yang terlindungi.

Jika ada banyak orang yang divaksin, maka akan terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dengan adanya herd immunity, maka banyak orang yang menjadi kebal terhadap penyakit menular sehingga penyebaran penyakit terhenti.

Menurut data Cleveland Clinic, dibutuhkan 50 hingga 80 persen populasi yang harus mendapatkan vaksin Covid-19 untuk mencapai herd immunity.

Sebaliknya, jika orang-orang yang tinggal di daerah atau negara banyak yang belum mendapatkan vaksin, maka herd immunity sulit dicapai dan pandemi pun sulit diakhiri.

Dengan kata lain, penyuntikan vaksin ini bukan hanya untuk melindungi diri sendiri tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar kita yang tidak boleh mendapatkan vaksin, seperti:

  • orang tua
  • bayi atau anak-anak
  • wanita hamil
  • orang dengan sistem kekebalan yang lemah
  • orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau alergi dengan vaksin sebelumnya.

Lalu adakah efek samping dari vaksin Covid-19?

Banyak orang menghindari vaksin karena takut efek sampingnya.

Setiap vaksin pasti memiliki efek samping. Namun, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya.

Baca juga: Kabar Bahagia, Berenang Bantu Penyembuhan Gangguan Jantung

Efek samping yang kemungkinan terjadi dari vaksin Covid-19 ini, antara lain:

nyeri, kemerahan, dan bengkak di lokasi suntikan kelelahan sakit kepala nyeri otot dan persendian demam ringan dan menggigil.

Adanya efek samping menunjukan bahwa vaksin yang disuntikan sedang bekerja untuk mengembangkan kekebalan tubuh terhadap virus.

Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan risikonya.
Apalagi, adanya vaksin ini telah melalui tahap pengujian dan proses pemeriksaan yang ketat.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X