Kompas.com - 31/01/2021, 06:05 WIB
  • Holter monitor, yakni perangkat pemantauan jantung portabel yang Anda pakai setidaknya selama 24 jam.
  • Ekokardiogram, yakni tes dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran bergerak dari jantung Anda.
  • Electroencephalogram (EEG) mengukur aktivitas listrik otak Anda. Setelah mendengarkan penjelasan gejala Anda, dokter Anda biasanya akan dapat mengetahui apakah Anda pingsan atau mengalami kejang. Dokter akan melakukan EEG jika tidak yakin.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin menerima CT-scan kepala. Studi pencitraan ini memeriksa perdarahan di otak.

Namun, biasanya tidak membantu mencari tahu penyebab pingsan. Ini hanya membantu jika cedera kepala telah terjadi dan ada kekhawatiran akan pendarahan.

Perawatan untuk pingsan sendiri akan tergantung pada diagnosis dokter Anda.

Jika tidak ada kondisi medis mendasar yang menyebabkan Anda pingsan, biasanya Anda tidak memerlukan perawatan dan pandangan jangka panjangnya bagus.

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter Ketika Batuk?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.