Kompas.com - 02/02/2021, 14:06 WIB
Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19. SHUTTERSTOCK/Proxima StudioIlustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.

KOMPAS.com – Nefropati diabetik adalah komplikasi serius terkait ginjal dari penyakit diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Kondisi ini juga sering disebut sebagai penyakit ginjal diabetes.

Sekitar 25 persen penderita diabetes dilaporkan pada akhirnya mengembangkan nefropati diabetik.

Baca juga: 11 Gejala Nefropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Nefropati diabetik memengaruhi kemampuan ginjal untuk melakukan pekerjaan biasanya, yaitu membuang produk limbah dan cairan ekstra dari tubuh.

Komplikasi nefropati diabetik sendiri dapat berkembang secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Beberapa komplikasi nefropati diabetik yang mungkin menyerang, termasuk:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Retensi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru (edema paru)
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia)
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskuler), kemungkinan menyebabkan stroke
  • Kerusakan pembuluh darah retina (retinopati diabetik)
  • Anemia
  • Luka kaki, disfungsi ereksi, diare dan masalah lain yang berhubungan dengan kerusakan saraf dan pembuluh darah
  • Komplikasi kehamilan yang membawa risiko bagi ibu dan janin yang sedang berkembang
  • Kerusakan permanen pada ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir yang pada akhirnya membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup

Mengingat bahayanya, kondisi nefropati diabetik ini kiranya layak untuk diantisipasi.

Baca juga: 4 Komplikasi Diabetes dan Cara Mencegahnya

Cara mencegah nefropati diabetik

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan para penderita diabetes untuk mengurangi risiko terkena penyakit ginjal diabetik.

Merangkum Mayo Clinic, berikut ini adalah gambaran umum sejumlah cara mencegah nefropati diabetik yang baik dicoba:

1. Obati diabetes

Dengan pengobatan diabetes yang efektif, Anda dapat mencegah atau menunda penyakit ginjal diabetik.

Baca juga: Jenis-jenis Obat Diabetes Tipe 1 dan Obat Diabetes Tipe 2

2. Kelola tekanan darah tinggi atau kondisi medis lainnya

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit ginjal, konsultasikan dengan dokter untuk mengendalikannya.

Tanyakan kepada dokter tentang tes untuk mencari tanda-tanda kerusakan ginjal.

3. Ikuti petunjuk tentang obat-obatan yang dijual bebas

Saat menggunakan pereda nyeri tanpa resep seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), ikuti petunjuk pada kemasannya.

Bagi penderita penyakit ginjal diabetes, mengonsumsi jenis pereda nyeri ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

4. Pertahankan berat badan yang sehat

Jika Anda memiliki berat badan yang sehat, usahakan untuk mempertahankannya dengan aktif secara fisik hampir setiap hari dalam seminggu.

Jika Anda perlu menurunkan berat badan, bicarakan dengan dokter tentang strategi penurunan berat badan, seperti meningkatkan aktivitas fisik harian dan mengurangi kalori.

5. Jangan merokok

Merokok adalah aktivitas yang dapat merusak ginjal dan memperburuk kerusakan ginjal.

Jika Anda seorang perokok, bicarakan dengan dokter tentang strategi untuk berhenti merokok.

Kelompok pendukung, konseling dan pengobatan dapat membantu Anda untuk berhenti merokok.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

Diagnosis nefropati diabetik

Jika Anda menderita diabetes, kemungkinan besar dokter Anda akan melakukan tes darah dan urine tahunan untuk memeriksa tanda-tanda awal kerusakan ginjal.

Hal itu dikarenakan, diabetes merupakan faktor risiko kerusakan ginjal.

Merangkum Health Line, beberapa tes umum yang bisa jadi disarankan untuk penderita diabetes, di antaranya yakni:

1. Tes urine mikroalbuminuria

Tes urine mikroalbuminuria dilakukan dengan memeriksa albumin dalam urine Anda.

Urine normal tidak mengandung albumin, jadi adanya protein dalam urine Anda merupakan tanda kerusakan ginjal.

Baca juga: 4 Penyebab Penyakit Ginjal yang Perlu Diwaspadai

2. Tes darah BUN

Tes darah BUN memeriksa keberadaan nitrogen urea dalam darah Anda.

Nitrogen urea terbentuk ketika protein dipecah.

Kadar nitrogen urea yang lebih tinggi dari normal dalam darah Anda mungkin merupakan tanda gagal ginjal

3. Tes darah kreatinin serum

Tes darah kreatinin serum mengukur kadar kreatinin dalam darah Anda.

Ginjal Anda mengeluarkan kreatinin dari tubuh Anda dengan mengirimkan kreatinin ke kandung kemih, di mana ia dilepaskan dengan urine.

Jika ginjal Anda rusak, mereka tidak dapat mengeluarkan kreatinin dengan benar dari darah Anda.

Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah Anda mungkin berarti ginjal Anda tidak berfungsi dengan benar.

Dokter Anda akan menggunakan tingkat kreatinin Anda untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus (eGFR) Anda, yang membantu menentukan seberapa baik ginjal Anda bekerja.

Baca juga: 8 Penyebab Penyakit Ginjal Kronis yang Perlu Diwaspadai

4. Biopsi ginjal

Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda menderita nefropati diabetik, mereka dapat merekomendasikan biopsi ginjal.

Biopsi ginjal adalah prosedur pembedahan di mana sampel kecil dari salah satu atau kedua ginjal Anda dikeluarkan, sehingga dapat dilihat di bawah mikroskop.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.