Kompas.com - 15/02/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi anak tidur nyenyak SONTAYA CHAISAMUTRIlustrasi anak tidur nyenyak

Untuk studi tidur, anak akan diminta untuk menghabiskan malam di rumah sakit atau klinik tidur.

Spesialis tidur kemudian akan menempatkan sensor uji di tubuhnya, dan memantau hal berikut sepanjang malam:

  • Gelombang otak
  • Tingkat oksigen
  • Detak jantung
  • Aktivitas otot
  • Pola pernapasan

Jika dokter tidak yakin apakah anak memerlukan studi tidur penuh, pilihan lain adalah tes oksimetri.

Tes ini (diselesaikan di rumah) dilakukan dengan cara mengukur detak jantung anak dan jumlah oksigen dalam darah mereka saat tidur. Ini adalah alat skrining awal untuk mencari tanda-tanda sleep apnea.

Baca juga: 6 Penyebab Mimisan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Berdasarkan hasil tes oksimetri, dokter mungkin merekomendasikan studi tidur penuh untuk memastikan diagnosis sleep apnea.

Selain studi tidur, dokter mungkin menjadwalkan elektrokardiogram untuk menyingkirkan kondisi jantung apa pun. Tes ini mencatat aktivitas listrik di jantung anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengujian yang memadai penting karena sleep apnea terkadang terabaikan pada anak-anak. Ini bisa terjadi jika seorang anak tidak menunjukkan tanda-tanda khas dari gangguan tersebut.

Misalnya, alih-alih mendengkur dan sering tidur siang, anak dengan sleep apnea bisa menjadi hiperaktif, mudah tersinggung, dan mengembangkan perubahan suasana hati, yang mengakibatkan diagnosis masalah perilaku.

Jadi, sebagai orang tua, pastikan Anda mengetahui faktor risiko sleep apnea pada anak.

Jika anak Anda memenuhi kriteria untuk sleep apnea dan menunjukkan tanda-tanda hiperaktif atau masalah perilaku, lebih baik segera bicarakan dengan dokter tentang studi tidur.

Baca juga: Ini Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.