Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/02/2021, 20:09 WIB

Anak Anda mungkin mengalami nyeri tajam pada persendian ini, dua atau lebih persendian yang berdekatan, yang bertambah parah dengan menarik napas dalam atau saat area yang terkena disentuh.

Kondisi ini terjadi karena peradangan, tetapi tidak ada rasa hangat atau bengkak yang terlihat di area yang terkena saat pemeriksaan.

Nyeri bisa berlangsung beberapa detik atau lebih lama. Kondisi ini biasanya akan hilang seiring waktu.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

  • Sindrom Tietze

Sindrom Tietze juga merupakan akibat dari peradangan pada persendian tulang rusuk bagian atas.

Biasanya sindrom Tietze terjadi pada satu sendi, dan peradangan menyebabkan rasa hangat dan bengkak yang terlihat pada sendi yang terkena.

Anak Anda mungkin mengira nyeri dada akibat kondisi ini adalah serangan jantung. Kondisi ini bisa berkembang karena batuk parah atau aktivitas fisik yang membebani dada.

  • Slipping rib syndrome

Slipping rib syndrome atau dikenal dengan sindrom nyeri iga bawah tidak sering terjadi pada anak-anak, tetapi tetap saja dapat menjadi sumber nyeri dada pada mereka.

Nyeri akibat slipping rib syndrome akan terjadi di bagian bawah tulang rusuk, dan mungkin terasa nyeri lalu nyeri setelah nyeri tumpul.

Ketidaknyamanan ini terjadi karena tulang rusuk mungkin tergelincir dan menekan saraf di dekatnya.

Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi

  • Precordial catch syndrome

Precordial catch syndrome adalah kondisi nyeri dada yang terasa menusuk tajam.
Precordial sendiri artinya “di depan jantung”.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+