Kompas.com - 23/02/2021, 08:07 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

3. Kondisi medis

Beberapa kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung, kanker, dan Covid-19 dapat menyebabkan darah menggumpal terlalu mudah, yang bisa menyebabkan emboli paru.

Perawatan untuk kondisi medis, seperti pembedahan (operasi) atau kemoterapi untuk kanker juga dapat menyebabkan pembekuan darah.

Faktor risiko emboli paru

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya trombosis vena dalam dan emboli paru meliputi:

  • Riwayat keluarga emboli
  • Patah tulang kaki atau pinggul
  • Keadaan hiperkoagulasi atau kelainan pembekuan darah genetik, termasuk Faktor V Leiden, mutasi gen protrombin, dan peningkatan kadar homosistein
  • Riwayat serangan jantung atau stroke
  • Kegemukan
  • Gaya hidup yang tidak banyak bergerak
  • Usia di atas 60 tahun
  • Mengonsumsi estrogen atau testosterone

Merokok juga bisa menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena emboli paru.

Untuk alasan yang belum sepenuhnya dipahami, penggunaan tembakau diyakini dapat memicu pembentukan gumpalan darah pada beberapa orang, terutama bila dikombinasikan dengan faktor risiko lain.

Selain itu, pada wanita, kehamilan masuk dalam daftar faktor risiko emboli paru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di mana, bayi yang menekan pembuluh darah di panggul, bisa memperlambat aliran darah kembali dari kaki. Gumpalan lebih mungkin terbentuk saat darah melambat atau menggenang.

Baca juga: 16 Penyakit pada Manusia yang Disebabkan oleh Virus

Cara mengobati emboli paru

Perawatan untuk emboli paru bergantung pada ukuran dan lokasi bekuan darah.

Jika masalahnya kecil dan diketahui lebih awal, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan sebagai pengobatan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.