Kompas.com - 22/03/2021, 16:04 WIB

Trombosis arteri dapat menyebabkan stroke (terutama jenis stroke iskemia), pendarahan dan emboli di otak, sampai serangan jantung.

Baca juga: 10 Obat Pengencer Darah Alami

Penyebab trombosis dan faktor risikonya

Ada tiga penyebab trombosis yang utama, yakni:

  • Hiperkoagulabilitas atau trombofilia karena tingkat pembekuan darah yang tinggi. Kondisi ini biasanya disebabkan faktor keturunan atau kelainan pada sistem daya tahan tubuh
  • Cedera sel endotel di dinding pembuluh darah setelah trauma seperti patah tulang, operasi, atau penyakit infeksi
  • Aliran darah yang tidak normal misalkan karena gagal jantung, fibrilasi atrium, atau kanker

Baca juga: Kenali Apa itu Aterosklerosis, Penyebab Serangan Jantung sampai Stroke

Faktor risiko yang bisa menyebabkan trombosis vena maupun arteri umumnya sama, di antaranya:

  • Punya keluarga yang mengalami gangguan pembuluh darah
  • Punya riwayat penyakit trombosis vena dalam
  • Menjalani terapi hormon atau mengonsumsi pil KB
  • Hamil
  • Cedera pembuluh darah akibat operasi, patah tulang, atau trauma lainnya
  • Kurang gerak
  • Usia lanjut
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Mengidap penyakit kanker, jantung, paru-paru, atau crohn
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Pola makan tidak sehat

Baca juga: Perbedaan Gejala Bell’s Palsy dan Stroke yang Sekilas Mirip

Gejala trombosis

Gejala trombosis bisa berbeda-beda, tergantung jenisnya. Tapi, secara umum gejala trombosis di antaranya:

  • Salah satu bagian kaki sakit
  • Tungkai atau lengan bengkak
  • Sakit dada
  • Sebelah sisi tubuh lunglai atau mati rasa
  • Perubahan kondisi mental secara tiba-tiba

Gejala trombosis bisa mirip seperti kelainan darah atau masalah kesehatan lainnya. Konsultasikan ke dokter jika merasakan tanda di atas.

Baca juga: 7 Gejala Stroke yang Pantang Diabaikan

Cara mengatasi trombosis

Cara mengatasi trombosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan dan tingkat keparahan penyakit. Dokter biasanya merekomendasikan:

  • Terapi obat pengencer darah
  • Pemasangan kateter atau tabung tipis untuk memperlebar pembuluh darah dan memasang stent atau kawat penahan pembuluh darah yang tersumbat
  • Terapi obat pelarut penggumpalan darah

Trombosis dapat dicegah dengan pola makan sehat dan seimbang, aktif bergerak, rajin olahraga, setop merokok, mengelola kolesterol, menjaga tekanan darah dan gula darah stabil, serta jaga berat badan tetap ideal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.