Kompas.com - 25/03/2021, 20:08 WIB
Ilustrasi penis terasa sakit. SHUTTERSTOCKIlustrasi penis terasa sakit.

Duduk dalam waktu lama, mengenakan pakaian ketat atau bekerja di depan komputer laptop untuk waktu yang lama juga dapat meningkatkan suhu skrotum dan sedikit mengurangi produksi sperma.

Baca juga: Awas, Simpan HP di Saku Celana Bisa Rusak Kualitas Sperma

3. Kesehatan, gaya hidup, dan penyebab lainnya

Penyebab jumlah sperma rendah lainnya bisa meliputi:

  • Penggunaan obat

Steroid anabolik yang digunakan untuk merangsang kekuatan dan pertumbuhan otot dapat menyebabkan testis menyusut dan produksi sperma menurun.

Penggunaan kokain atau mariyuana juga dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma pria.

  • Konsumsi alkohol

Minum alkohol dapat menurunkan kadar testosteron dan menyebabkan produksi sperma menurun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Pekerjaan tertentu

Pekerjaan tertentu mungkin terkait dengan risiko kemandulan, termasuk mengelas atau yang terkait dengan duduk dalam waktu lama, seperti mengemudi truk. Namun, data untuk mendukung pandangan ini tidak konsisten.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

  • Merokok tembakau

Pria yang merokok mungkin memiliki jumlah sperma yang lebih rendah daripada mereka yang tidak merokok.

  • Stres emosional

Stres emosional yang parah atau berkepanjangan, termasuk stres tentang kesuburan, dapat mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

  • Depresi

Depresi dapat berdampak negatif pada konsentrasi sperma.

  • Berat badan berlebih

Obesitas dapat merusak kesuburan dengan beberapa cara, termasuk berdampak langsung pada sperma dan dengan menyebabkan perubahan hormon yang menurunkan kesuburan pria.

  • Masalah pengujian sperma

Jumlah sperma yang lebih rendah dari biasanya dapat terjadi akibat pengujian sampel sperma yang diambil terlalu cepat setelah ejakulasi terakhi, diambil terlalu cepat setelah sakit atau peristiwa yang membuat stres, atau tidak mengandung semua air mani (semen) yang diejakulasi karena ada yang tumpah selama pengambilan.

Untuk alasan ini, hasil umumnya didasarkan pada beberapa sampel yang diambil selama periode waktu tertentu.

Baca juga: 5 Penyebab Hipospadia, Kelainan Penis Bawaan Lahir yang Bisa Terjadi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.