Kompas.com - 26/03/2021, 08:01 WIB

KOMPAS.com - Emfisema adalah penyakit paru-paru yang jamak berkembang setelah seseorang merokok selama bertahun-tahun.

Emfisema termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) bersama dengan penyakit asma dan bronkitis kronis.

Penyakit ini dapat merusak dinding kantong udara di paru-paru atau alveoli. Bagian paru-paru tersebut memiliki dinding tipis dan sangat rapuh.

Baca juga: 8 Gejala Radang Paru-paru yang Pantang Disepelekan

Pemilik paru-paru sehat punya sekitar 300 juta alveoli. Saat menghirup udara, alveoli meregang dan menarik oksigen masuk dan membawanya ke darah.

Ketika mengembuskan napas, alveoli menyusut dan mendorong karbon dioksida ke luar dari tubuh.

Pada penderita emfisema, alveoli dan jaringan paru-paru rusak sehingga kantong udara tidak mampu menopang saluran bronkial.

Akibatnya saluran tersebut runtuh, menyumbat jalan napas, dan menghalangi masuknya udara segar kaya oksigen ke tubuh.

Penyakit emfisema yang tidak ditangani bisa memicu komplikasi robeknya paru-paru, gangguan jantung, sampai membuat paru-paru berlubang.

Baca juga: 5 Penyebab Kanker Paru-paru, Tak Hanya Rokok

Kenali gejala dan penyebab penyakit emfisema sebagai berikut.

Apa gejala penyakit emfisema?

Dilansir dari Cleveland Clinic, gejala emfisema kerap tidak terlihat sampai tingkat kerusakan paru-paru mencapai 50 persen.

Penyakit paru-paru ini berkembang secara bertahap dan memiliki tanda seperti penyakit lain.

  • Beberapa gejala penyakit emfisema yang kerap dikeluhkan penderitanya, antara lain:??Sesak napas, terutama saat berolahraga ringan atau naik tangga
  • Saat menarik napas, rasanya udara tidak cukup
  • Batuk berkepanjangan
  • Bengek atau mengi
  • Produksi lendir di saluran pernapasan banyak
  • Lelah dan lemas terus-terusan

Penderita emfisema kerap berisiko terkena pneumonia, bronkitis, dan infeksi paru-paru lainnya.

Konsultasikan ke dokter jika ada satu atau beberapa gejala penyakit emfisema di atas.

Baca juga: 4 Gejala Kanker Paru-paru Sesuai Jenisnya

Apa penyebab penyakit emfisema?

Melansir Mayo Clinic, penyebab emfisema yang utama adalah paparan yang bisa mengiritasi saluran pernapasan dalam jangka panjang.

Beberapa zat yang bisa mengiritasi saluran udara tersebut di antaranya:

  • Asap tembakau
  • Asap vape
  • Polusi udara
  • Paparan zat kimia dari industri

Di beberapa kasus yang jarang terjadi, emfisema bisa disebabkan kekurangan protein pelindung struktur elastis di paru-paru.

Baca juga: Siapa yang Berisiko Besar Terkena Penyakit Kanker Paru-paru?

Ada beberapa faktor risiko yang bisa jadi penyebab penyakit emfisema, antara lain:

  • Merokok
  • Terpapar asap rokok
  • Kerap terpapar asap atau debu di tempat kerja (biasanya dari serbuk biji-bijian, kapas, kayu, atau produk pertambangan)
  • Menghirup polutan dari knalpot kendaraan

Untuk melindungi paru-paru dari emfisema, setop merokok dan hindari paparan asap rokok.
Selain itu, selalu kenakan masker jika Anda berada di tempat yang polusi udaranya cukup tinggi atau berada di kawasan industri.

Penyakit emfisema bisa dideteksi lewat pemeriksaan sinar-X, pulse oxymeter, spirometri, sampai analisis gas darah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.