Kompas.com - 28/03/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi penyakit TBC ShutterstockIlustrasi penyakit TBC

KOMPAS.com - Tuberculosis atau TBC terkadang tak hanya menyerang paru-paru. Penyakit ini juga dapat menyerang kelenjar tubuh.

Seperti kebanyakan kasus TBC lainnya, penyebab TBC kelenjar juga berasal dari infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Dengan pengobatan yang tepat, penyakit TBC kelenjar bisa disembuhkan. Kenali gejala sampai cara mengobatinya sebagai berikut.

Baca juga: Mengapa Penderita TBC Mengalami Penurunan Berat Badan?

Gejala TBC kelenjar

Melansir NetMeds, ada beberapa gejala TBC kelenjar yang jamak dirasakan penderitanya, antara lain:

  1. Satu atau beberapa kelenjar getah bening bengkak dan nyeri
  2. Demam
  3. Rasa tidak enak badan
  4. Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas
  5. Keringat banyak keluar di malam hari
  6. Sering lelah atau lemas
  7. Batuk

Baca juga: Sakit Punggung Bisa Jadi Ciri-ciri TBC Tulang

Bengkak atau rasa nyeri kelenjar getah bening pada TBC kelenjar umumnya berawal dari benjolan kecil.

Dalam hitungan minggu sampai bulan, benjolan kelenjar bisa lebih besar dan menimbulkan rasa sakit.

Dilansir dari SehatNegeriku, penyakit TBC kelenjar menyerang bagian sistem daya tahan tubuh. Sehingga, sejumlah penderita penyakit ini daya tahan tubuhnya turun drastis dan jadi mudah sakit.

Di beberapa kasus, TBC kelenjar bisa muncul tanpa gejala walaupun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk itu, saat timbul gejala TBC kelenjar seperti benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter.

Baca juga: Kenali Cara Penularan dan Kapan Penyakit TBC Dapat Menular

Cara mengobati TBC kelenjar

Pengobatan TBC di Indonesia gratis dan ditanggung oleh pemerintah. Penyakit ini bisa sembuh apabila diobati sampai tuntas.

Melansir NHS, TBC di luar paru seperti TBC kelenjar dapat diobati dengan kombinasi obat antibiotik. Obat TBC yang jamak diberikan antara lain:

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Pirazinamid
  • Etambutol

Obat TBC untuk membasmi bakteri penyebab TBC kelenjar ini biasanya diresepkan minimal selama enam bulan, tergantung kondisi penyakit.

Baca juga: Obat TBC, Efek Samping, Cara Minumnya

Setelah beberapa minggu diberi obat, penyakit ini kebanyakan sudah tidak menular dan penderita merasakan kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik.

Kendati badan terasa lebih enteng, tapi setiap pasien TBC kelenjar perlu merampungkan pengobatan sampai batas waktu yang sudah direkomendasikan dokter.

Apabila pengobatan tidak tuntas, bakteri penyebab TBC bisa resisten atau kebal obat.

Pasien TBC resisten obat perlu mengulangi pengobatan dari awal dengan masa pengobatan yang lebih lama dan dengan obat yang lebih keras.

Tuberkulosis atau TBC kelenjar dapat dicegah dengan menjaga sistem daya tahan tubuh tetap prima, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjalani gaya hidup sehat, serta mengonsumsi asupan bergizi cukup dan seimbang.

Baca juga: 10 Gejala TBC Paru dan Penyebabnya

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X