Kompas.com - 30/03/2021, 16:08 WIB

Sementara itu, seseorang mungkin tidak akan melihat gejala diabetes tipe 2 secara tiba-tiba.

Anda mungkin didiagnosis menderita diabetes karena Anda pergi ke dokter untuk alasan berikut:

  • Infeksi persisten atau luka penyembuhan lambat
  • Komplikasi yang berhubungan dengan kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan, seperti mati rasa atau kesemutan di kaki
  • Ada masalah jantung

Perlu dipahami memang, Anda mungkin tidak pernah mengalami tanda peringatan diabetes yang jelas sama sekali.

Diabetes dapat berkembang selama bertahun-tahun dan tanda peringatannya mungkin tidak kentara.

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 2

Lantas, siapa yang berisiko terkena diabetes?

Setiap jenis diabetes memiliki faktor risiko yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah faktor risiko diabetes tipe 1 yang baik diketahui:

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1

Sedangkan, faktor risiko diabetes tipe 2 di antaranya yakni:

  • Berusia di atas 45 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Tidak aktif bergerak
  • Merokok
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Memiliki kadar trigliserida atau kolesterol HDL yang abnormal
  • Orang-orang dari etnis tertentu
  • Memiliki riwayat resistensi insulin

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Diagnosis diabetes

Jika Anda mengalami satu atau lebih tanda peringatan yang terkait dengan diabetes, lebih baik segera menemui dokter.

Dokter juga bisa membantu mendiagnosis kondisi lain sebagai komplikasi diabets yang mungkin sudah terjadi.

Dalam mendiagnosis diabetes, dokter biasanya ingin tahu tentang hal berikut:

  • Gejala pasien
  • Riwayat keluarga
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Alergi

Setelah menanyakan tentang gejala pasien, dokter mungkin akan memutuskan untuk menjalankan beberapa tes.

Ada beberapa tes untuk mendiagnosis diabetes, seperti:

  • A1C: Tes ini menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah selama 2 atau 3 bulan terakhir. Ini tidak mengharuskan Anda untuk berpuasa atau minum apapun
  • Glukosa plasma puasa (FPG): Anda harus berpuasa setidaknya 8 jam sebelum tes ini
  • Toleransi glukosa oral (OGTT): Tes ini membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam. Kadar glukosa darah Anda diuji pada awalnya dan kemudian diulangi dengan interval selama 2 jam setelah mengonsumsi minuman manis tertentu
  • Tes glukosa plasma acak: Anda dapat menjalani tes ini kapan saja dan tidak perlu berpuasa

Baca juga: 9 Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.