Kompas.com - 16/04/2021, 14:07 WIB
Ilustrasi Covid-19, pandemi virus corona, pandemi Covid-19. PEXELS/ANNA SHVETSIlustrasi Covid-19, pandemi virus corona, pandemi Covid-19.

3. Kerusakan kesehatan secara keseluruhan

Disfungsi ereksi biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu.

Pria dengan kesehatan yang buruk memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan disfungsi ereksi dan juga memiliki reaksi parah terhadap Covid-19.

“Disfungsi ereksi bisa menjadi penanda kesehatan secara keseluruhan,” ucap ahli urologi Ryan Berglund,

Karena itu, Berglund menyarakan oara pria yang tiba-tiba mengalami disfungsi ereksi, terutama setelah terkena Covid-19, agar selalu waspada.

Baca juga: Ingin Berat Badan Turun Selama Puasa, Hindari 5 Hal Ini

Bisa jadi, hal tersebut menunjukan adanya masalah kesehatan yang lebih serius sedang terjadi.

Selain itu, Covid-19 juga berpotensi menyebakan kerusakan testis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlalu dini untuk mengetahui apakah kerusakan itu permanen, sementara atau dapat mempengaruhi kesuburan.

Usia juga merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan, karena ini adalah faktor risiko untuk mengembangkan disfungsi ereksi dan kasus COVID-19 yang parah.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X