Kompas.com - 24/04/2021, 14:04 WIB
Ilustrasi detak jantung. SHUTTERSTOCKIlustrasi detak jantung.

KOMPAS.com - Penyakit jantung aritmia dapat membuat detak jantung penderitanya terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur.

Seperti diketahui, detak jantung tubuh kita akan naik turun sepanjang hari. Naik turunnya detak jantung dipengaruhi aktivitas, kondisi fisik, dan mental seseorang.

Detak jantung cenderung lebih lambat saat orang sedang beristirahat. Sebaliknya, detak jantung jadi lebih cepat saat olahraga atau stres.

Baca juga: Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Jenis, Gejala, Penyebab

Kendati naik dan turun, detak jantung masih dianggap normal apabila saat istirahat degupnya berkisar antara 60 sampai 100 denyut per menit.

Saat detak jantung tidak normal dan tidak teratur, kinerja organ jantung jadi lebih berat dan menyebabkan masalah serius.

Masalah kesehatan ini tak jarang menimbulkan kekhawatiran, apakah penyakit jantung aritmia bisa disembuhkan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Penyakit jantung aritmia memang sekilas terdengar menakutkan karena memengaruhi kinerja organ vital.

Namun, jangan khawatir berlebihan. Menurut Oklahoma Heart Hospital, penyakit jantung aritmia bisa dikendalikan.

Sebagian besar jenis aritmia bisa diobati. Apabila beragam obat aritmia tidak cukup, perkembangan teknologi medis juga dapat membantu mengatasi aritmia.

Dengan begitu, penderita penyakit jantung aritmia bisa hidup lebih lama, lebih bahagia, dan yang paling penting lebih sehat.

Baca juga: 15 Penyebab Penyakit Jantung Aritmia

Cara mengobati penyakit jantung aritmia

Cara menyembuhkan penyakit jantung aritmia disesuaikan dengan jenis penyakit dan kondisi pasien.

Apabila penyebab penyakit aritmia berasal dari gagal jantung atau penyakit jantung koroner, masalah kesehatan mendasar tersebut juga perlu ditanggulangi.

Melansir NHS, cara mengobati penyakit jantung aritmia, antara lain:

  • Terapi obat untuk mengontrol detak jantung agar kembali normal
  • Kardioversi untuk mengembalikan ritme jantung normal dengan cara mengalirkan impuls listrik
  • Ablasi kateter untuk menargetkan jaringan jantung yang bermasalah dan memicu aritmia
  • Pemasangan alat pacu jantung agar detak jantung senantiasa normal

Jika Anda memiliki tanda penyakit jantung aritmia seperti jantung berdebar, pusing, sesak napas, sering pingsan, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Jangan khawatir, dengan pengobatan yang tepat, masalah kesehatan ini bisa dikendalikan.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X