Kompas.com - 29/04/2021, 06:01 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KOMPAS.com - Human papillomavirus (HPV) adalah infeksi menular seksual (IMS) yang paling kerap diabaikan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hampir setiap orang yang aktif secara seksual tetapi tidak mendapat vaksin HPV rentan terinfeksi virus ini.

Infeksi HPV memang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, infeksi HPV merupakan faktor risiko yang berpotensi serius untuk jenis kanker tertentu.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh saat Kita Mengonsumsi Alkohol

Gejala infeksi HPV

Ada lebih dari 100 jenis HPV. Sekitar 40 jenis ditularkan secara seksual.

HPV risiko rendah dapat menyebabkan kutil. Virus tersebut umumnya menghasilkan sedikit atau tidak ada gejala.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

HPV risiko tinggi adalah bentuk virus yang lebih agresif yang mungkin memerlukan perawatan medis.

Terkadang, jenis virus tersebut juga dapat menyebabkan perubahan sel yang dapat menyebabkan kanker.

Pria yang terinfeksi HPV biasanya memiliki gejala berupa munculnya kutil di bagian penis, skrotum, atau dubur.

Kutil juga bisa terjadi di bagian belakang tenggorokan Anda.

Jika Anda melihat adanya perubahan kulit yang tidak normal di area ini, segera temui dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab infeksi HPV pada pria

Baik pria maupun wanita dapat tertular HPV dari hubungan seks vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi.

Kebanyakan orang yang terinfeksi HPV tanpa sadar menularkannya ke pasangannya karena sulit mendeteksi aanya virus ini di tubuh.

Faktor risiko yang menyebabkan pria terinfeksi HPV:

  • pria yang tidak disunat
  • pria dengan sistem kekebalan yang lemah karena HIV atau transplantasi organ.

Mengatasi infeksi HPV pada pria

Saat ini tidak ada obat untuk HPV. Namun, sebagian besar masalah kesehatan yang disebabkan oleh HPV dapat diobati.

Jika Anda memiliki kutil kelamin, dokter biasanya akan menggunakan berbagai obat topikal dan oral untuk mengobati kondisi tersebut.

Kanker terkait HPV juga dapat diobati, terutama bila didiagnosis pada tahap awal.
Cara terbaik untuk mengobati infeksi HPV adalah intervensi dini.

Jadi, Anda harus segera ke dokter jika mengalami gejala yang tidak biasa.

Baca juga: 5 Penyebab Penyakit Malaria dan Penularannya

Cara terbaik untuk membantu melindungi diri Anda dari HPV adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Anda juga dapat mengurangi risiko infeksi dengan cara berikut:

  • menghindari kontak seksual dengan pasangan jika memiliki kutil kelamin
  • menggunakan kondom dengan benar dan konsisten.


Sumber healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X