Kompas.com - 30/04/2021, 16:06 WIB
Ilustrasi nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria SHUTTERSTOCK/SOMBOON BUNPROYIlustrasi nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria

2. Siklus hidup nyamuk malaria

Siklus hidup nyamuk anopheles seperti nyamuk lainnya. Yakni, melewati tahap telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa. Tiga tahap awal kehidupan nyamuk malaria berada di air atau genangan.

Sedangkan habitat nyamuk malaria di tahap terakhir bisa di darat atau air, tergantung jenis spesies nyamuk dan suhu lingkungan.

Nyamuk anopheles betina yang menggigit manusia bisa menularkan penyakit malaria. Sedangkan nyamuk jantan tidak menggigit, sehingga tidak bisa menyebarkan penyakit ini.

Nyamuk anopheles jantan umurnya hanya seminggu. Nyamuk ini hidup dengan memakan nektar dan sumber gula lainnya.

Sedangkan nyamuk anopheles betina dewasa umurnya relatif pendek, atau tak lebih dari 10 hari untuk bisa menularkan penyakit malaria.

Nyamuk yang betina bertaha hidup dengan makan nektar, sumber gula, dan darah untuk perkembangan telurnya.

Setelah mendapatkan asupan lengkap, nyamuk malaria biasanya akan beristirahat selama beberapa hari untuk mengembangbiakkan telurnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, setelah telur berkembang sempurna, nyamuk betina meletakkan kembali telurnya lalu menghisap darah lagi untuk telur lainnya. Siklus ini berulang terus sampai nyamuk anopheles betina mati.

Baca juga: Apa yang Terjadi dengan Tubuh setelah Digigit Nyamuk Demam Berdarah?

3. Pola makan dan istirahat nyamuk malaria

Kebanyakan nyamuk anopheles aktif di malam hari. Untuk itu, jawaban atas kapan nyamuk malaria menyerang atau nyamuk malaria menggigit adalah pada malam hari, tepatnya mulai senja sampai dini hari.

Setelah menghisap darah, nyamuk malaria biasanya akan beristirahat selama beberapa saat.
Dengan mengenali ciri-ciri nyamuk malaria di atas, mulai sekarang waspada setiap melihat jenis nyamuk di atas.

Untuk mencegah gigitan nyamuk malaria, gunakan kelambu berinsektisida atau pasang kawat nyamuk di setiap bukaan rumah.

Baca juga: Ciri-ciri Nyamuk Demam Berdarah (DBD)

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X