Kompas.com - 10/05/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi autisme SHUTTERSTOCK/LightspringIlustrasi autisme

KOMPAS.com - Sindrom Asperger adalah salah satu kelompok gangguan saraf yang termasuk dalam kelompok gangguan spektrum autisme.

Sindrom ini pertama kali ditemukan pada tahun 1940an oleh dokter anak Wina, Hans Asperger.

Saat itu, ia mengamati perilaku mirip autisme dan kesulitan dengan keterampilan sosial dan komunikasi pada anak laki-laki yang memiliki kecerdasan normal dan perkembangan bahasa.

Banyak profesional merasa sindrom Asperger hanyalah bentuk autisme yang lebih ringan.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kadar Koelsterol Tinggi

Gejala

Orang dengan gejala sindrom asperger biasanya memiliki gejala utama berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • mengalami kesulitan dengan interaksi sosial.
  • terlibat dalam perilaku berulang.
  • berdiri teguh pada apa yang mereka pikirkan.
  • fokus pada aturan dan rutinitas.

Sindrom ini tidak bisa disembuhkan. Namun, diagnosis dan intervensi dini dapat membantu anak menjalin hubungan sosial, mencapai potens, dan menjalani kehidupan yang produktif.

Penyebab

Perubahan diketahui sebagai penyebab sindrom asperger.

Namun, dokter belum bisa memastikan secara pasti apa penyebab perubahan tersebut.

Faktor genetik dan paparan racun lingkungan, seperti bahan kimia atau virus, diduga sebagai pemicu utama perubahan pada otak yang memicu sindrom ini.

Beda Sindrom Asperger da Autisme

Hal yang membedakan sindrom asperger dari autisme klasik adalah gejalanya yang tidak terlalu parah dan tidak adanya gejala terganggunya bahasa.

Anak-anak dengan Gangguan Asperger mungkin hanya memiliki gejala autisme ringan, dan mereka sering kali memiliki keterampilan bahasa dan kognitif yang baik.

Bagi orang awam, anak dengan Gangguan Asperger mungkin tampak seperti anak neurotipikal yang berperilaku berbeda.

Penderita autisme biasanya gemar menyendiri dan tidak tertarik dengan orang lain. Namun, penderita sindrom asperger biasanya ingin menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, mereka seringkali kesulitan untuk melakukannya. 

Baca juga: 4 Cara Alami Menurunkan Kolesterol

Mereka mungkin terlihat canggung secara sosial, tidak memahami aturan sosial konvensional, atau menunjukkan kurangnya empati.

Penderita autisme biasanya dianggap memiliki disabilitas intelektual oleh orang sekitarnya.

Namun, penderita sindrom asperger tidak dapat mengalami keterlambatan kognitif yang "signifikan secara klinis", dan sebagian besar memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X