Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/05/2021, 20:10 WIB

KOMPAS.com - Fraktur penis atau penis patah mungkin terdengar mustahil. Namun, dalam dunia medis hal tersebut bisa saja dialami para pria.

Fraktur penis merupakan istilah untuk menunjukan adanya robekan pada tunika albuginea.

Tunika albuginea adalah selubung karet jaringan di bawah kulit yang memungkinkan penis bertambah lebar dan panjang untuk menghasilkan ereksi yang kuat.

Fraktur penis adalah keadaan darurat medis. Jika itu terjadi, Anda perlu ke rumah sakit sesegera mungkin, dan Anda mungkin perlu dioperasi.

Baca juga: 3 Penyebab Anemia Defisiensi Vitamin yang Perlu Diwaspadai

Gejala

Fraktur penis bisa menimbulkan berbagai gejala seperti berikut:

  • muncul suara gemretak
  • kehilangan ereksi secara tiba-tiba
  • sakit parah setelah cedera
  • memar hitam di atas area luka
  • penis bengkok
  • darah keluar dari penis
  • sulit buang air kecil.

Penyebab

Fraktur penis terjadi ketika trauma mendadak atau pembengkokan penis yang mematahkan tunika albuginea.

Jaringan ereksi di bawah tunika albuginea juga bisa pecah. Fraktur penis juga bisa melukai uretra. Uretra adalah saluran di penis tempat urin mengalir.

Penyebab umum patah penis biasanya berupa berikut ini:

  • penis membengkok kuat penis selama hubungan seksual.
  • pukulan tajam pada penis yang tegang saat terjatuh, kecelakaan mobil, atau kecelakaan lainnya
  • masturbasi traumatis.

Penyebab paling umum patah tulang penis pada pria yang aktif secara seksual adalah trauma selama hubungan seksual.

Fraktur penis memang bisa terjadi saat berhubungan seksual. Namun, bercinta dnegan gaya "woman on top" akan meningkatkan risiko fraktur penis.

Sebab, ketika penis akan memasuki pintu vagina, berat badan wanita bisa saja membuat penis menekuk dengan paksa yang memicu cedera pada penis.

Baca juga: Mengenal Badai Sitokin yang Rengut Nyawa Banyak Orang Selama Pandemi

Cara mengatasi

Fraktur penis biasanya diatasi dengan operasi atau pembedahan.

Dokter bedah akan menggunakan jahitan untuk menutup robekan di tunica albuginea dan corpus cavernosum.

Tujuan utama pengobatan adalah memulihkan atau mempertahankan kemampuan penis untuk mengalami ereksi dan mempertahankan fungsi saluran kencing.

Setelah operasi, pasien harus melakukan rawat inap selama satu hingga tiga hari.

Dokter juga akan meresepkan pereda nyeri dan antibiotik untuk mempercepat pemulihan.

Setelah operasi, penyembuhan total biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+