Kompas.com - 21/05/2021, 16:01 WIB
Ilustrasi kerak di kepala bayi Shutterstock/Aneta BywalecIlustrasi kerak di kepala bayi

KOMPAS.com - Sejumlah orangtua terkadang mendapati ada kerak di kulit kepala bayinya.

Masalah kesehatan kulit ini biasaya terkait dengan dermatitis seboroik atau seborrhea atau cradle cap.

Dilansir dari Kid’s Health, kerak di kepala bayi biasanya muncul saat si kecil berusia dua minggu sampai 12 bulan.

Baca juga: 4 Bahaya Bayi Jatuh dari Tempat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Gejala masalah kulit ini dimulai dengan munculnya bercak kemerahan atau kekuningan yang bersisik di kulit kepala.

Dalam kondisi yang parah, terkadang kerak atau ruamnya bisa menjalar ke wajah, area sekitar popok, atau bagian tubuh lainnya.

Sebelum mengulas cara menghilangkan kerak di kepala bayi, kenali dulu penyebabnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebab kerak di kepala bayi

Melansir Mayo Clinic, penyebab kerak di kepala bayi terkait dermatitis seboroik terkadang berasal dari hormon yang diturunkan dari ibu ke bayi.

Hormon tersebut menyebabkan produksi minyak atau sebum di kelenjar minyak dan folikel rambut berlebihan.

Selain itu, faktor lainnya juga bisa berasal dari infeksi jamur yang berkembang bersama bakteri di kulit kepala.

Hal yang perlu diingat, kerak di kepala bayi tidak terkait dengan masalah kebersihan.

Baca juga: Gejala Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi, Anak, dan Dewasa

Cara menghilangkan kerak di kepala bayi

Ilustrasi bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi.
Kerak di kulit kepala bayi umumnya tidak menular, tidak berbahaya, dan bisa sembuh sendiri.

Berikut beberapa cara menghilangkan kerak di kepala bayi yang bisa dijajal di rumah:

  1. Gosok lembut kulit kepala bayi dengan jari atau waslap untuk melemaskan kerak. Jangan menggaruk.
  2. Keramasi rambut bayi setidaknya sehari sekali dengan sampo khusus bayi yang lembut. Kendurkan kerak di kepala bayi dengan sikat berbulu lembut atau sisir bergigi rapat sebelum membilas sampo.
  3. Apabila kerak di kepala bayi masih membandel dan tidak gampang melunak, gosokkan petroleum jelly atau baby oil ke kepala bayi. Biarkan terserap selama beberapa saat, baru keramasi kepala bayi seperti biasa. Hindari minyak menumpuk terlalu lama di kepala bayi karena bisa membuat kerak semakin banyak.
  4. Setelah kerak di kepala bayi hilang atau sembuh, keramasi bayi setiap dua atau tiga hari sekali dengan sampo lembut. Tujuannya, untuk mencegah penumpukan kerak di kepala bayi.

Apabila beberapa cara menghilangkan kerak di kepala bayi di atas sudah dijajal tapi masalah kesehatan kulit ini tak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter.

Terutama jika kerak di kepala bayi semakin parah atau muncul tanda infeksi seperti ruam, kerak mengeluarkan cairan, atau disertai demam.

 

Hindari sembarangan memberikan krim atau sampo orang dewasa untuk menghilangkan kerak di kepala bayi.

Baca juga: Cara Menghilangkan Lidah Putih pada Bayi sesuai Penyebabnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Clubfoot
Clubfoot
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.