Kompas.com - 21/05/2021, 16:01 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah orangtua terkadang mendapati ada kerak di kulit kepala bayinya.

Masalah kesehatan kulit ini biasaya terkait dengan dermatitis seboroik atau seborrhea atau cradle cap.

Dilansir dari Kid’s Health, kerak di kepala bayi biasanya muncul saat si kecil berusia dua minggu sampai 12 bulan.

Baca juga: 4 Bahaya Bayi Jatuh dari Tempat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Gejala masalah kulit ini dimulai dengan munculnya bercak kemerahan atau kekuningan yang bersisik di kulit kepala.

Dalam kondisi yang parah, terkadang kerak atau ruamnya bisa menjalar ke wajah, area sekitar popok, atau bagian tubuh lainnya.

Sebelum mengulas cara menghilangkan kerak di kepala bayi, kenali dulu penyebabnya.

Penyebab kerak di kepala bayi

Melansir Mayo Clinic, penyebab kerak di kepala bayi terkait dermatitis seboroik terkadang berasal dari hormon yang diturunkan dari ibu ke bayi.

Hormon tersebut menyebabkan produksi minyak atau sebum di kelenjar minyak dan folikel rambut berlebihan.

Selain itu, faktor lainnya juga bisa berasal dari infeksi jamur yang berkembang bersama bakteri di kulit kepala.

Hal yang perlu diingat, kerak di kepala bayi tidak terkait dengan masalah kebersihan.

Baca juga: Gejala Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi, Anak, dan Dewasa

Cara menghilangkan kerak di kepala bayi

Ilustrasi bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi.
Kerak di kulit kepala bayi umumnya tidak menular, tidak berbahaya, dan bisa sembuh sendiri.

Berikut beberapa cara menghilangkan kerak di kepala bayi yang bisa dijajal di rumah:

  1. Gosok lembut kulit kepala bayi dengan jari atau waslap untuk melemaskan kerak. Jangan menggaruk.
  2. Keramasi rambut bayi setidaknya sehari sekali dengan sampo khusus bayi yang lembut. Kendurkan kerak di kepala bayi dengan sikat berbulu lembut atau sisir bergigi rapat sebelum membilas sampo.
  3. Apabila kerak di kepala bayi masih membandel dan tidak gampang melunak, gosokkan petroleum jelly atau baby oil ke kepala bayi. Biarkan terserap selama beberapa saat, baru keramasi kepala bayi seperti biasa. Hindari minyak menumpuk terlalu lama di kepala bayi karena bisa membuat kerak semakin banyak.
  4. Setelah kerak di kepala bayi hilang atau sembuh, keramasi bayi setiap dua atau tiga hari sekali dengan sampo lembut. Tujuannya, untuk mencegah penumpukan kerak di kepala bayi.

Apabila beberapa cara menghilangkan kerak di kepala bayi di atas sudah dijajal tapi masalah kesehatan kulit ini tak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter.

Terutama jika kerak di kepala bayi semakin parah atau muncul tanda infeksi seperti ruam, kerak mengeluarkan cairan, atau disertai demam.

 

Hindari sembarangan memberikan krim atau sampo orang dewasa untuk menghilangkan kerak di kepala bayi.

Baca juga: Cara Menghilangkan Lidah Putih pada Bayi sesuai Penyebabnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.