Kompas.com - 23/05/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi demam ShutterstockIlustrasi demam

Pada anak dengan berat badan 8 kg yang membutuhkan 80-120 mg paracetamol, maka dia memerlukan 0,8-1,2 ml paracetamol tetes atau 3 ml paracetamol sirup (3 ml setara dengan 96 mg, masuk kisaran 80-120 mg).

Senada, dalam Buku Obat Sehari-hari (2014) karya M. Sholekhudin, dijelaskan bahwa jika memang obat penurun panas harus diberikan, obat pilihan utama yang dianjurkan adalah paracetamol.

Dibandingkan dengan obat penurun panas lainnya, termasuk ibuprofen, paracetamol paling aman asalkan digunakan dengan dosis normal dan tidak dalam jangka panjang.

Apabila pasien tidak bisa menelan obat, alternatifnya bisa menggunakan paracetamol dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.

Baca juga: Sindrom Reye: Penyebab, Gejala, Cara Menangani, dan Cara Mencegah

Jika paracetamol sudah tidak mempan dalam mengobati demam, ibuprofen baru bisa digunakan.

Meski memiliki kemampuan menurunkan panas lebih kuat, ibuprofen memang lebih baik dijadikan pilihan kedua sebagai obat penurun panas karena punya efek samping yang lebih banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perlu diperhatikan bahwa dalam mengonsumsi dua obat penurun panas ini jangan pernah digabung atau dilakukan secara bersamaan. Sebaiknya gunakan salah satu obat penurun panas ini saja.

Jika kedua jenis obat penurun panas ini dikonsumsi dalam waktu bersamaan atau berdekatan, berisiko menimbulkan overdosis.

Sementara untuk aspirin, sebaiknya tidak menggunakan obat ini atas saran dokter kerena punya efek samping yang lebih banyak, terlebih oleh anak-anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Akathisia
Akathisia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.