Kompas.com - 25/05/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi keguguran. SHUTTERSTOCK/KIEFERPIXIlustrasi keguguran.

KOMPAS.com - Setelah keguguran, banyak pasangan yang bertanya-tanya kira-kira kapan ya kira-kira bisa hamil lagi?

Pertanyaan tersebut umumnya wajar. Sejumlah pasangan jamak merasakan momentum kelabu setelah kehilangan calon buah hatinya.

Dalam kondisi berduka itu, pasangan bisa merasa kehilangan, tapi di sisi lain juga menaruh harapan untuk kembali menimang momongan.

Simak penjelasan dari ahli terkait kapan waktu yang tepat untuk hamil lagi setelah keguguran berikut.

Baca juga: 6 Penyebab Keguguran Berulang pada Ibu Hamil

Setelah keguguran, kapan bisa hamil lagi?

Melansir Verywell Family, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan masa tunggu selama enam bulan bagi wanita untuk hamil lagi setelah keguguran.

Namun, sejumlah dokter menyarankan pasien sebenarnya siap hamil hamil lagi setelah tiga bulan mengalami keguguran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil meta-analisis dari 16 studi juga menyebutkan, hamil kurang dari enam bulan setelah keguguran tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan, asalkan fisik dan mental calon ibu sudah benar-benar siap.

“Minimal butuh waktu tiga bulan sampai ibu siap hamil lagi setelah keguguran,” jelas dr. Bima Suryantara, Sp.OG (K) dari RS Jogja International Hospital (JIH) Solo, ketika berbincang dengan Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: 4 Tanda-tanda Keguguran yang Pantang Disepelekan

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini menjelaskan, dalam rentang waktu tiga bulan, kondisi rahim diharapkan sudah pulih sempurna.

Pasalnya, setelah keguguran, ibu hamil membutuhkan kuret atau kuretase untuk membersihkan dinding rahim. Prosedur medis ini membutuhkan waktu pemulihan.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.