Kompas.com - 31/05/2021, 12:00 WIB

Bahkan, prosentase mereka yang mengalami gejala tinnitus mencapai 14,8 persen dari 7,6 persen total penderita Covid-19.

Kemungkinan besar hal ini terjadi karena efek beberapa obat yang digunakan untuk mengobati virus Corona.

Obat-obatan ini termasuk quinine, cholorquine dan hydroxychloroquine.

Pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan mengalami gejalah "long hauler" juga mengalami hal serupa.

Baca juga: Memahami Kaitan Covid-19 dengan Penyakit Parkinson

Dalam penelitian tersebut. sekita 650 orang yang mengalami gejala long hauler Covid juga mengalami sakit telinga.

Tampaknya tidak ada pola yang dapat diprediksi tentang kapan atau mengapa seseorang mungkin mengalami gejala-gejala ini.

Karena itu, diperlukan penelitian lebih lajut sebelum kita memahami sepenuhnya bagaimana virus Corona memengaruhi pendengaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.