Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/06/2021, 09:00 WIB

Kondisi ini dapat mempermudah pendeteksian benjolan kecil, tetapi juga berarti kanker memiliki lebih sedikit ruang untuk tumbuh di dalam payudara.

Akibatnya, bisa menyebar lebih cepat ke jaringan terdekat.

Baca juga: 5 Bahaya Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

Gejala kanker payudara pada pria

Gejala yang mungkin timbul dari kanker payudara pria meliputi:

  • benjolan di salah satu payudara, yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit
  • retraksi puting, ulserasi, dan keluarnya cairan
  • kulit mengerut atau lesung pipit pada payudara
  • kemerahan atau kulit bersisik di payudara atau puting

Jika kanker menyebar, gejala tambahan mungkin termasuk:

  • pembengkakan di kelenjar getah bening, di dalam atau di dekat area ketiak
  • nyeri payudara
  • sakit tulang

Baca juga: 5 Faktor yang Memengaruhi Penyebaran Kanker Payudara

Faktor risiko

Dilansir dari Healthline, meskipun kanker payudara jarang terjadi pada pria, penting untuk mengetahui apakah seseorang berisiko. Risiko kanker payudara pria meliputi hal-hal berikut.

  • Usia: Tidak peduli pria atau wanita, seseorang berisiko terkena kanker payudara seiring bertambahnya usia. Usia rata-rata pria didiagnosis kanker payudara pada usia 68 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk usia yang lainnya.
  • Gen: Kanker biasanya diturunkan oleh gen. Jika seorang laki-laki didiagnosis kanker payudara, biasanya keturunannya pun berisiko terkena penyakit ini.
  • Penambahan berat badan: Jaringan lemak melepaskan hormon estrogen wanita. Estrogen merangsang pertumbuhan kanker payudara. Semakin seorang laki-laki kelebihan berat badan, semakin banyak hormon yang dihasilkan.
  • Paparan hormon: Seorang pria akan berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara jika mengonsumsi obat berbasis hormon (misalnya, untuk mengobati kanker prostat), atau jika terpapar estrogen melalui makanan, pestisida, atau produk lain.
  • Sindrom Klinefelter: Kondisi ini menyebabkan pria dilahirkan dengan salinan ekstra kromosom X. Biasanya, pria memiliki satu kromosom X dan satu Y (XY). Pada sindrom Klinefelter, mereka memiliki dua salinan kromosom X selain kromosom Y (XXY). Pria dengan kondisi ini memiliki testis yang lebih kecil dari biasanya. Testis ini akan memproduksi lebih sedikit testosteron dan lebih banyak estrogen dari biasanya. Pria dengan sindrom Klinefelter berisiko lebih besar terkena kanker payudara.
  • Penggunaan alkohol berat: Minum banyak alkohol dapat menyebabkan kadar estrogen dalam darah meningkat.
  • Penyakit hati: Sirosis dan penyakit lain yang merusak hati dapat menurunkan jumlah hormon pria dan meningkatkan jumlah estrogen dalam tubuh.
  • Pembedahan testis: Kerusakan pada testis dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Paparan radiasi: Radiasi terkait dengan kanker payudara. Jika menerima radiasi di dada untuk mengobati jenis kanker lain, seorang pria bisa berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

Baca juga: Memahami Efek Kanker Payudara yang Telah Menyebar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+