Kompas.com - 06/06/2021, 09:00 WIB

Namun, dalam beberapa kasus ada gejala lain, yakni mual, kram perut dan nyeri, diare, berdarah, dan demam.

3. Traveler’s diarrhea

Traveler’s diarrhea atau diare saat bepergian adalah gangguan saluran pencernaan yang paling sering disebabkan oleh virus, parasit, atau bakteri yang dikonsumsi dalam air atau makanan.

Kondisi ini paling mungkin terjadi ketika seseorang mengunjungi area dengan iklim atau sanitasi yang berbeda dari yang biasa dilakukan di rumah.

Gangguan ini biasanya sembuh dalam dua atau tiga hari.

Diare encer dan kram adalah gejala yang paling umum.

Namun, diare saat bepergian juga dapat menyebabkan mual dan muntah, perut kembung (gas), kembung, demam, dan kebutuhan mendesak untuk buang air besar.

4. Stres

Penelitian berjudul “Stress and the Gut” menyebutkan bahwa fungsi gastrointestinal dipengaruhi oleh stres.

Stres biasanya menyebabkan sejumlah gejala yang berhubungan dengan perut, seperti diare, mual, muntah, sembelit, gangguan pencernaan, dan maag.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Mual dan Muntah

Hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh dapat memperlambat motilitas di perut dan usus kecil sehingga memicu peningkatan gerakan di usus besar.

5. Kehamilan

Tubuh mengalami banyak perubahan selama kehamilan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.