Kompas.com - 09/06/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi kecanduan gadget Ilustrasi kecanduan gadget

Jadi, pikirkan apa tujuan menggunakan gadget, apakah ingin lari dari masalah atau memang benar-benar membutuhkannya?

Apabila lari dari masalah, kenali masalah tersebut dan selesaikan.

Hal ini dapat mengurangi kecemasan seseorang dan perilaku kompulsif terhadap gadget.

Baca juga: 3 Dampak Buruk Orangtua Main Ponsel di Dekat Anak

2. Pertimbangkan terapi perilaku kognitif (CBT)

Pendekatan terapeutik ini membantu menerangi hubungan antara pikiran, perilaku, dan emosi.

Cara ini bisa menjadi jenis terapi yang sangat efektif untuk membantu mengubah pola perilaku tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setidaknya satu penelitian kecil berjudul “Smartphone Addiction Creates Imbalance in Brain” menunjukkan bahwa CBT mungkin efektif dalam menyeimbangkan perubahan kimia otak yang terkait dengan kecanduan gadget.

Jika tertarik dengan jenis terapi ini, seseorang bisa datang ke ahli kesehatan mental untuk berkonsultasi.

3. Coba langkah-langkah praktis berikut ini.

  • Hapus aplikasi yang menghabiskan waktu dari gadget dan pasang beberapa aplikasi yang benar-benar dibutuhkan
  • Ubah pemberitahuan notifikasi untuk mengurangi intensitas mengecek gadget
  • Matikan gadget pada malam hari untuk menghindari terbangun di malam hari demi mengecek gadget.
  • Lakukan beberapa hobi baru dan perbanyak kegiatan di dunia nyata, seperti berkebun, membaca buku, bermain board game, berbincang dengan teman, melukis, dan lain sebagainya.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.