Kompas.com - 21/06/2021, 09:04 WIB

Dengan Rt rendah ini, bila bisa dipertahankan, kata dr. Tonang, maka cepat mencapai kasus baru serendah 9.000-an seperti di awal Februari 2021.

Karena itu pula per tanggal 7 Juni 2021 kemarin, mulai ada pelonggaran. Namun bila tidak hati-hati, pelonggaran itu juga bisa menyebabkan "rebond" kasus melonjak lagi.

dr. Tonang menyatakan, data-data yang dia ungkapkan itu bisa saja ada yang kurang akurat, tapi yang pasti ada benang merah yang bisa dipelajari.

Baca juga: Berapa Tinggi Demam yang Jadi Gejala Virus Corona? Ini Kata Dokter

Dia mengidentifikasi bahwa setidaknya ada lima faktor penyebab lonjakan tinggi kasus Covid-19 terjadi di India pada Marer, April, dan Mei. Apa saja itu?

  • Protokol kesehatan melonggar
  • Banyak kerumunan
  • Jumlah testing menurun
  • Cakupan vaksinasi masih rendah
  • Ada varian mutasi virus

Menurut dia, saat ini cakupan vaksinasi di sana tetap belum begitu signifikan. Mutasi virus secara logika juga masih ada. Jadi, mungkin bukan dua faktor itu yang dominan dan signifikan mengatasi lonjakan kasus di India.

Berarti faktor yang berhasil menekan lonjakan kasus adalah pengetatan lagi protokol kesehatan dan meminimalkan kerumunan melalui penerapan lockdown.

“Hal itu didukung dengan penguatan jumlah testing sangat berlipat dari standar minimal dan Identifikasi kasus cepat, diikuti tindak lanjutnya,” analisis dia.

Baca juga: Sudahi Perdebatan, Ini Waktu Berjemur yang Tepat Hasil Kajian Perdoski

Apa yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghadapi ancaman Covid-19 varian baru?

dr. Tonang mengatakan, masyarakat harus selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Karena protokol itu, maka kesempatan virus masuk ke tubuh manusia semakin kecil.

“Mau apapun mutasi virusnya, apapun variannya, yang penting adalah tidak masuk ke tubuh kita. Protokol kesehatan itu kunci utamanya. Hati-hati dan waspada,” tutur dia.

Semakin lengkap paket protokol kesehatan yang dilakukan, maka kian kecil pula peluang virus bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.