Kompas.com - 29/06/2021, 18:02 WIB

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk pembacaan tekanan darah, dan kemungkinan akan memesan tes laboratorium untuk meninjau kadar kolesterol dan gula darah Anda seperti tes hemoglobin A1C.

Dokter juga kemungkinan akan merekomendasikan obat resep untuk mengelola diabetes dan mencegah komplikasi penyakit jantung, seperti gagal jantung.

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Stroke?

3. Koma diabetes

Orang yang menderita diabetes dapat memiliki glukosa darah tinggi (hiperglikemia) atau terlalu sedikit glukosa (hipoglikemia).

Dilansir dari Medical News Today, mirip dengan ketoasidosis, terlalu banyak atau terlalu sedikit glukosa dapat memengaruhi fungsi paru-paru dan menyebabkan penderita mengalami sesak napas.

Gejala lain dari kondisi hiperglikemia dan hipoglikemia mungkin termasuk:

  • Mengantuk
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Haus yang ekstrim
  • Gemetar atau lemah
  • Kebingungan

Tingkat gula darah yang sangat tinggi atau rendah dapat menyebabkan keadaan darurat yang mengancam jiwa yang disebut koma diabetes.

Koma diabetes terjadi ketika seseorang menjadi tidak sadar dan tidak responsif terhadap lingkungannya.

Untuk hipoglikemia, pengobatan awal adalah cairan melalui vena dan pemberian glukosa melalui vena.

Untuk hiperglikemia, pengobatan awal adalah pemberian cairan melalui vena dan pemberian insulin.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.