Kompas.com - 02/07/2021, 12:02 WIB

KOMPAS.com - Penelitian menunjukkan adanya kaitan antara Covid-19 dan risiko stroke seseorang.

Seperti diketahui, Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-1 yang menyerang paru-paru.

Namun, dilansir dari Medical News Today dan Healthline, beberapa laporan menunjukkan bahwa ada potensi hubungan antara stroke dan COVID-19, terutama pada orang dewasa muda.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 dapat meningkatkan risiko terjadinya vaskular trombotik, atau trombosis.

Baca juga: 4 Olahraga di Rumah untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19

Trombosis terjadi ketika gumpalan darah terbentuk dan menyumbat pembuluh darah, seperti arteri atau vena.

Penyumbatan aliran darah tersebut dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, termasuk beberapa hal berikut.

  • serangan jantung: ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke jantung
  • stroke: ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke otak
  • serangan iskemik transien (ministroke): ketika gumpalan darah sementara menghalangi aliran darah ke otak
  • iskemia ekstremitas kritis: ketika gumpalan menghalangi suplai darah ke tungkai
  • emboli paru: ketika gumpalan menghalangi aliran darah ke paru-paru

Penelitian telah menemukan bahwa orang yang memiliki SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, mengalami pembekuan darah yang tidak normal sebagai respons peradangan terhadap virus tersebut.

Kondisi ini meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah.

Jika gumpalan darah menyumbat arteri ke otak, itu menyebabkan stroke.

Baca juga: Cara Mengatasi Anosmia Akibat Covid-19 dengan Latihan Penciuman

Menurut UK Stroke Association, peneliti menemukan beberapa kasus yang menunjukkan pasien Covid-19 terkena stroke, terutama orang dengan kondisi berikut.

  • orang dengan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung
  • orang dengan gejala parah Covid-19
  • orang-orang dari etnis Asia

Menurut artikel tahun 2020 berjudul “Risk of Ischemic Stroke in Patients With Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) vs Patients With Influenza”, orang dengan Covid-19 memiliki risiko terkena stroke sebesar 7,6 kali daripada orang dengan flu biasa.

Artikel lain berjudul “Neurological associations of COVID-19” mencatat bahwa daerah yang memiliki kasus Covid-19 tinggi juga mengalami peningkatan kasus stroke.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stroke dialami orang yang lebih muda dengan Covid-19.

Baca juga: Kontak Erat, Kapan Perlu Tes Antigen atau PCR Pemeriksaan Covid-19?

Tiga studi terpisah dari New York, Paris, dan Philadelphia menunjukkan bahwa orang dengan Covid-19 yang mengalami stroke secara signifikan berusia lebih muda.

Namun, UK Stroke Association menunjukkan bahwa orang yang lebih tua dengan Covid-19 masih jauh lebih mungkin terkena stroke daripada orang yang lebih muda dengan Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.