Kompas.com - 06/07/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi progressive supranuclear palsy Ilustrasi progressive supranuclear palsy

KOMPAS.com - Kelumpuhan supranuklear progresif atau progressive supranuclear palsy (PSP) merupakan gangguan otak yang jarang terjadi.

Merangkum dari Mayo Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius dalam berjalan, gerakan mata, dan kesulitan dalam menelan.

Gangguan tersebut terjadi akibat kerusakan sel-sel di area otak yang mengontrol gerakan tubuh, koordinasi, pemikiran, dan fungsi penting lainnya.

Kelumpuhan supranuklear progresif juga disebut sindrom Steele-Richardson-Olszewski.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Gejala IBS (Sindrom Iritasi Usus Besar)

Seiring berjalannya waktu, kelumpuhan supranuklear progresif dapat memburuk dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti pneumonia dan masalah dalam menelan.

Sampai saat ini, tidak ada obat untuk kelumpuhan supranuklear progresif, jadi pengobatan berfokus pada pengelolaan tanda dan gejala.

Gejala progressive supranuclear palsy

Tanda dan gejala khas dari kelumpuhan supranuklear progresif meliputi hal berikut.

  • Kehilangan keseimbangan saat berjalan. Kecenderungan untuk jatuh ke belakang dapat terjadi pada awal penyakit.
  • Ketidakmampuan untuk mengarahkan mata dengan benar. Seseorang mungkin mengalami kesulitan khusus untuk melihat ke bawah, atau mengalami penglihatan kabur dan ganda. Kesulitan memfokuskan mata ini dapat membuat beberapa orang menumpahkan makanan atau tampak tidak tertarik dalam percakapan karena kontak mata yang buruk.

Tanda dan gejala tambahan dari kelumpuhan supranuklear progresif bervariasi dan mungkin mirip dengan penyakit Parkinson dan demensia.

Baca juga: Sindrom Treacher Collins: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Mereka umumnya menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu, berikut beberapa gejala tambahan lainnya.

  • Tubuh kaku
  • Mudah jatuh
  • Sulit berbicara dan menelan
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Gangguan tidur
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang menyenangkan
  • Perilaku impulsif, mungkin termasuk tertawa atau menangis tanpa alasan
  • Kesulitan dengan memori, penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan
  • Depresi dan kecemasan
  • Ekspresi wajah terkejut atau ketakutan, akibat otot wajah yang kaku

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.