Kompas.com - 07/07/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi pulse oximeter. PIXABAY/CHARLYKUSHUIlustrasi pulse oximeter.

KOMPAS.com – Tersedia sejumlah cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara alami. Hal ini terutama berguna bagi seseorang yang tengah mengalami kondisi kekurangan oksigen dalam darah atau hipoksemia.

Kekurangan oksigen dalam darah sendiri dapat diketahui lewat pemeriksaan menggunakan alat pulse oximeter, tes gas darah, atau tes pernapasan.

Bagi seseorang yang mengalami kekurangan oksigen dalam darah akibat kondisi apa pun, termasuk penyakit Covid-19, sangat penting untuk bisa meningkatkan kadarnya ke ambang normal.

Baca juga: 9 Penyebab Kekurangan Oksigen dalam Darah, Bukan Hanya Covid-19

Seperti diketahui, kekurangan oksigen dalam darah bisa mengganggu kinerja tubuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, beberapa kondisi berikut bisa terjadi sebagai gejala kekurangan oksigen dalam darah:

  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat
  • Batuk-batuk
  • Napas ngos-ngosan
  • Linglung
  • Kulit pucat atau membiru

Jika kekurangan oksigen dalam darah terus belanjut atau tidak mendapatkan penananganan tepat, organ vital di tubuh seperti jantung dan otak bahkan bisa rusak. Kondisi ini pun bisa berakibat fatal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara alami

Bagi seseorang yang tengah menderita kekurangan oksigen dalam darah seperti karena penyakit paru-paru, setiap hal kecil bisa sangat berarti.

Baca juga: 11 Tata Cara Melakukan Isolasi Mandiri di Rumah bagi Pasien Covid-19

Meningkatkan asupan oksigen seseorang dengan cara apa pun merupakan ide yang bagus.

Berikut ini beberapa cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara alami yang bisa dipertimbangkan:

1. Perbaiki sirkulasi udara

Melansir Lung Health Institute, saat cuaca memungkinkan, coba buka jendela Anda.

Akses ke udara segar sangat penting untuk bernapas lebih mudah. Namun, ingat bahwa penting untuk lebih dulu memantau kualitas udara di luar.

Jika Anda tinggal di daerah perkotaan dan tidak dapat membuka tempat karena polusi atau kabut asap, pertimbangkan untuk menyediakan sistem penyaringan udara dalam ruangan atau alat-alat yang bisa memurnikan udara di rumah secara alami.

Dalam memilih pembersih udara elektronik ini, Anda disarankan untuk cermat dan bijak karena di antaranya menghasilkan ozon yang mengiritasi paru-paru.

Baca juga: Berapa Lama Anosmia Akibat Covid-19 Bisa Sembuh?

2. Perkaya tanaman hijau di sekitar

Apabila memungkinkan, coba masukkan tanaman hidup ke dalam rumah Anda karena bisa meningkatkan ketersediaan oksigen dalam ruangan.

Tanaman pakis adalah pilihan yang bagus untuk produksi oksigen ekstra di rumah.

Pakis relatif mudah untuk tetap hidup dan tidak membutuhkan banyak sinar matahari.

3. Olahraga rutin

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk memperbaiki sistem pernapasan.

Olahraga bukan hanya meningkatkan kapasitas paru-paru, tapi juga dapat menjaga berat badan tetap ideal dan jantung lebih sehat.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tentang pilihan olahraga terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

Tapi secara umum, cara terbaik untuk memulai olahraga adalah melalui latihan aerobik.

Salah satu latihan aerobik berdampak rendah terbaik di luar sana adalah berjalan kaki.

Bangun rutinitas yang baik untuk meningkatkan oksigen ini dengan olahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

4. Perbaiki pola makan

Selain olahraga, pengaturan pola makan atau diet penting juga dilakukan untuk menunjang kesehatan.

Tubuh Anda membutuhkan berbagai nutrisi penting dan vitamin agar dapat berfungsi dengan baik.

Jadi sangat penting bagi kesehatan Anda untuk memberikan setiap organ keseimbangan yang tepat dari bahan kimia yang dibutuhkannya.

Untuk membangun oksigen di dalam tubuh, coba perbanyak kondumsi makanan kaya  antioksidan dan zat besi.

Antioksidan diyakini dapat membantu tubuh untuk menggunakan oksigen lebih efisien sehingga memasuki aliran darah dalam jumlah yang tepat.

Untuk antioksidan yang baik, coba tambahkan blueberry, cranberry, kacang merah, stroberi, plum, dan blackberry ke dalam diet Anda.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Sementara, diet tinggi zat besi dapat meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk memproses oksigen dan membuat Anda merasa lebih bertenaga.

Beberapa makanan yang sanggup menyediakan zat besi lumayan yakni daging sapi, daging unggas, ikan, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau (kangkung, brokoli, dan seledri).

5. Ubah cara bernapas yang salah

Mungkin terdengar aneh, tetapi secara umum banyak orang tidak tahu cara bernapas yang benar. Baik itu dalam berlari, meditasi, angkat besi, atau bahkan melahirkan, kita sering kali perlu diinstruksikan untuk bernapas dengan benar..

Faktanya, pernapasan yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen darah sekitar 20 persen.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah latihan pernapasan dalam yang berfungsi untuk menciptakan energi, membersihkan paru-paru dan meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.

6. Perbaiki postur tubuh

Postur tubuh yang buruk dapat memiliki efek yang signifikan pada pernapasan dan asupan oksigen.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen Penderita Covid-19 dengan Proning

Secara alami, membungkuk atau berada dalam posisi tubuh yang banyak tekanan dapat mengurangi kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen sampai 5 persen.

Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, pastikan Anda memperbaiki postur tubuh.

Ketika muncul tanda kekurangan oksigen, coba berdiri dengan tegak, lalu putar bahu ke belakang, busungkan dada ke depan, dan atur dagu dalam posisi tegak.

Setelah postur tubuh sudah benar, mulai bernapas perlahan-lahan sampai kondisi membaik.

Jika berbagai cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara alami di atas tak berhasil membuat perubahan, jangan ragu untuk segera berbicara dengan dokter.

Dokter dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah dengan pendekatan medis, seperti terapi oksigen. Dokter bisa memberikan terapi oksigen dengan memasangkan alat bantu pernapasan di rumah sakit atau menggunakan mesin portabel.

Baca juga: 10 Penyebab Hidung Tidak Bisa Mencium Bau, Bukan Hanya Gejala Covid-19

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.