Kompas.com - 14/07/2021, 12:00 WIB

Jika Anda menderita asma dan terpapar iritasi paru-paru atau alergen, pemicu ini dapat menyebabkan otot-otot di saluran udara mengecil atau menyempit. Kondisi ini bisa menyebabkan dada sesak, nyeri, dan tertekan.

Anda mungkin akan disarankan untuk menggunakan inhaler untuk meringankan saluran udara dan mengurangi gejala asma.

6. PPOK

Gejala utama paru obstruktif kronik (PPOK) adalah sesak napas.

Baca juga: 5 Penyebab PPOK pada Orang Bukan Perokok

Tapi jika Anda memiliki penyakit ini, Anda mungkin juga akan mengalami sesak dada sesekali. Keluhan ini bisa datang kapan saat, termasuk saat Anda beristirahat.

PPOK sering diobati melalui penggunaan inhaler dan nebulizer untuk membantu meningkatkan pernapasan.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Kortikosteroid dan inhibitor fosfodiesterase-4 sering diresepkan untuk mengurangi peradangan paru-paru dan mengurangi serangan PPOK.

7. Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah besar (arteri koroner) yang memasok oksigen ke jantung.

Arteri yang telah menyempit dapat menyebabkan sesak napas dan angina (nyeri dada).


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.