Kompas.com - 14/07/2021, 12:00 WIB

Angina juga dapat ditandai sebagai perasan sesak, berat, tekanan, kepenuhan, atau remasan di dada.

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk membantu meningkatkan aliran darah, mencegah pembekuan darah, dan menurunkan kolesterol atau tekanan darah Anda.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan prosedur intervensi lebih lanjut untuk membantu mengurangi penumpukan plak di arteri dan mencegah penyumbatan di kemudian hari.

Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Dada Selain Penyakit Jantung

8. Hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah penyakit paru-paru progresif yang menyebabkan arteri yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menjadi menyempit.

Gejala hipertensi pulmonal termasuk sesak napas dari aktivitas sehari-hari (misalnya, berjalan menaiki tangga), kelelahan, pusing, nyeri dada, dan sesak dasa ketika tekanan ditempatkan pada jantung melalui aktivitas.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Meskipun tidak ada obat untuk hipertensi pulmonal, ada obat untuk membantu mengelola kondisi tersebut, termasuk penghambat saluran kalsium untuk menurunkan tekanan darah dan diuretik untuk membersihkan tubuh dari kelebihan cairan yang memberi tekanan pada jantung.

9. Prolaps katup mitral

Mitral valve prolapse atau yang lebih dikenal dengan prolaps katup mitral adalah kondisi katup mitral yang menebal, menyembul kembali ke dalam atrium (serambi).

Baca juga: 9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai

Ketika katup tidak menutup dengan benar, darah mengalir ke belakang yang dapat menyebabkan murmur jantung dan sejumlah gejala, termasuk sesak atau nyeri di dada.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.